Jumat, 14 Januari 2011

BELAJAR DARI KEPITING

Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting,tapi tidak banyak orang yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang penuh dengan dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah,tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting. Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada kepiting yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Saudaraku yang terkasih, begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu. Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang tidak benar. Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsure kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari maka bisa merugikan diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang,namun seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam menghadapi tantangan kehidupan ini.

Pertanda seseorang yang memiliki sifat seperti ‘kepiting’ ialah:
1 Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman untuk bertindak.
2. Banyak mengkritik tapi tidak membawa dampak perubahan
3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik “kepiting-kepiting” yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

Kita harus berhati-hati bahwa di sekitar kita masih banyak pengkritik yang siap membunuh impian, mengaburkan harapan bahkan mengandaskan apa yang selama ini kita bangun dengan susah-payah. Jangan sampai semangat kita digerogoti oleh para pengkritik sehingga kita terkapar tak berdaya.

Bagaimana supaya kita bisa membangun jembatan dengan si pengkritik tanpa harus menjadi korban kritikan mereka.
a.Batasi kritik yang akan Anda terima:Buka telinga lebar-lebar bilamana kritikan itu mempunyai nilai-nilai untuk membangun, sebaliknya tutup telinga Anda jika kritikan tersebut tidak ada manfaatnya. Jangan acuh terhadap kritikan, namun juga jangan ceroboh membiarkan rangkaian kalimat yang akan membatasi langkah kita.
b. Tempatkan kritikan secara proporsional:
Lihatlah apakah kritikan itu memang benar ataukah kritikan itu hanya mengada-ada. Lihatlah kritikan itu dari sudut pandang yang objektif, kalau memang kritikan itu benar dan membangun, tidak ada salahnya jika kita berbenah diri.
c. Pertahankan impian-impian Anda: Racun yang mematikan bagi impian dan cita-cita kita adalah kritikan. Wright bersaudara, penemu pesawat terbang mempertahankan impian mereka terhadap kritikan yang berkata “manusia tidak mungkin bisa terbang.” Graham Bell pernah ditertawakan karena gagasannya menciptakan telepon. Syukur, mereka orang-orang yang selalu mempertahankan impian di saat si pengkritik tajam datang. Jangan biarkan pengkritik memadamkan impian Anda. Bangunlah jembatan dengan si pengkritik tanpa harus membiarkan impian kita padam.

Coba renungkan beberapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang dalam kehidupan social, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses. Menjadi pengubah sejarah melalui suri tauladan kehidupan yang maksimal dan berdampak.
Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

1 Timotius 6:3-5
Jika seseorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat-yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa.Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki,cidera,fitnah, curiga,percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

DOA:
Ya Bapa, ampunilah jika selama ini karena dengki dan iri hati kami mengucapkan kata-kata kritik, bukan sebagai wujud kasih dan peduli terhadap sesama kami, tapi karena sakit hati. Sucikanlah perkataan kami agar dapat membangun orang lain. Dan pakailah kami untuk berbagi kasih dan saling tolong-menolong dengan sesama kami. Terima kasih Tuhan atas pengampunan-Mu, Amin….

Tuhan Yesus memberkati Anda.
Sumber: Inspirasi Kehidupan.

Rabu, 12 Januari 2011

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Sahabat, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Sahabat termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Sahabat pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Sahabat ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
yang sangat Sahabat sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
Sahabat. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
impian Sahabat dan belum sempat dilakukan. Sahabat bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

Percaya, cara ini akan menyadarkan Sahabat akan
sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
keinginan yang ingin Sahabat wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
'keinginan gila' saat Sahabat masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?

Saat itu Sahabat akan sadar, ternyata banyak sekali
hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
*utama* dan yang pertama yang harus Sahabat lakukan...
Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Sahabat.
Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
keberadaan Sahabat di dunia.

Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
kokoh kemampuan Sahabat mengarungi kehidupan,
dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Sahabat terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Sahabat putus asa.

Kalau Sahabat mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Sahabat
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Sahabat mau terbuka, dalam kesendirian Sahabat bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Sahabat bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Sahabat miliki.

Dalam kesendirian pula Sahabat bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Sahabat temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Sahabat.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Sahabat sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Sahabat harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Sahabat dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)


Ditulis Oleh: Anne Ahira
www.AsianBrainNewsletter.com

Tetapkan Tujuan Hidup

"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" --
(Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
strategi apa yang harus diambil.

4 Cara Yang Bisa Sahabat Pakai Untuk Menetapkan
Tujuan Hidup:

1. Apa sebenarnya keinginan Sahabat?

Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya
keinginan Sahabat untuk beberapa tahun ke depan?

Tidak ada salahnya Sahabat bermimpi. Sahabat
tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak
ada biaya yang harus Sahabat keluarkan untuk
sekedar bermimpi. ;-)

2. Kumpulkan informasi.

Dengan mengumpulkan informasi, Sahabat
bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan
yang Sahabat inginkan, belajarlah dari mereka.
Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. Jangan diam.

Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan
membawa Sahabat pada impian hidup yang diinginkan!

4. Tingkatkan kemampuan

Jika ada cara yang Sahabat lakukan terbukti efektif
dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai,
maka alangkah baiknya jika Sahabat berusaha untuk
meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan
kinerja agar tujuan hidup Sahabat lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Sahabat lakukan secara terus
menerus tanpa lelah dan bosan, semoga Sahabat
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Sahabat ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas
gambaran kehidupan Sahabat sendiri. Dan seorang
pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning'
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang
terbaik.

Dalam hal ini, Sahabat pun hanya bisa sebesar dan
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Sahabat
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Sahabat
sebaik-baiknya!

Ditulis oleh: Anne Ahira
Asian Brain, CEO
PT. Asian Brain Internet Marketing Center