Rabu, 28 April 2010

ORANG BIASA YANG LUAR BIASA

ORANG BIASA YANG LUAR BIASA


Percakapan sehari-hari sering kita mendengar kata-kata biasa dan luar biasa. Kedua kata biasa dan luar biasa adalah kata-kata yang mudah diucapkan oleh siapa sajapun. Kata yang kita bahas dalam bahasa Inggeris disebut very ordinary people artinya orang yang tidak begitu menonjol dalam kecerdasannya atau disebut orang yang tingkat intelijensinya kurang dalam istilah sekarang IQ-nya rendah. Kemudian orang yang luar biasa adalah orang-orang yang tingkat intelijensinya menakjubkan dengan kata lain IQ-nya tinggi. Ada seorang anak namanya Akrit Jaswal dari India pada umur tujuh tahun sudah menjadi dokter bedah, dia mempunyai IQ 146.

Pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Punjab, mahasiswa yang paling muda dalam sejarah India Dia adalah seorang anak yang dianggap manusia paling genius di India saat ini. Pada umur 5 tahun dia sudah membaca banyak buku termasuk buku-buku kedokteran ayahnya sendiri, tidak heran pada umur 7 tahun dia berhasil menjadi dokter bedah yang sukses.

Kembali kepada kata orang biasa dan orang yang luar biasa, bilamana orang biasa melakukan perkara atau hal-hal yang biasa dan orang-orang luar biasa melakukan perkara-perkara yang luar biasa ini adalah hal yang biasa. Namun apabila orang yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa mampu membuat perkara-perkara yang luar biasa adalah merupakan sesuatu yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikagumi. Mungkinkah orang yang tingkat kecerdasannya biasa atau IQ-nya biasa dapat mengukir prestasi yang gemilang? Apakah prestasi seseorang ditentukan oleh tingkat inteljensi yang dimiliki?

Apakah sampai hari ini masih relevan peribahasa yang berkata: " Rajin pangkal pandai?" Setelah melakukan observasi terhadap anak-anak atau orang jenius, didapati bahwa William James Sidis (keturunan Yahudi) anak dari Boris Sidis, dosen Universitas Harvard adalah satu-satunya anak yang paling pintar atau paling jenius di muka bumi sampai pada saat ini, mengapa? Menurut penelitian, dia mempunyai IQ diantara 250 – 300. Pada umur 8 bulan dia sudah bisa makan pakai sendok, umur 18 bulan sudah biasa membaca buku, dan pada usia 8 tahun dia sudah menulis buku Anatomi dan Astronomi. Pada usia 9 tahun sudah membuat seminar Jasad 4 Dimensi di Universitas Harvard, dan dia dapat menguasai 200 bahasa di dunia. Seandainya ada guru yang sanggup mengajarkan James William Sidis, dia dapat mempelajari satu bahasa setiap hari. Tidak heran pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Harvard, namun sayang sampai pada akhir hanyatnya dia tidak pernah mendapat gelar apapun dari Universitas tersebut, alias tidak berhasil.

Ada seorang bocah berusia empat tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya serta membawa sepucuk surat dari gurunya. Setelah ibunya membaca isi surat itu ibunya terhenyak, mengapa? Di dalam surat itu dituliskan : " Tommy, anak ibu, sangat bodoh, kami mohon supaya ibu menariknya dari sekolah." Ibu itu adalah Nancy Matthews Edison yang dengan gigih mengajar sendiri anaknya Thomas Alva Edison di rumah karena sudah dikeluarkan dari sekolah. Edison yang sangat bodoh ini belajar rata-rata sekitar 18 jam setiap hari, dia belajar dan belajar. Pada suatu hari dia melihat seekor ayam mengeram dan kemudian telur yang dierami ini menetas. Kemudian dia mengambil telur, lalu dia mengeram seperti ayam di rumahnya, jika ayam bisa menetaskan telur mengapa dia tidak bisa. Pada waktu dia sedang mengeram ibunya memanggilnya tetapi dia tidak mau menjawab, akhirnya ibunya berjalan serta memanggilnya dan didapati bahwa Thomas sedang mengeram telur. Kemudian sewaktu dia mengamati bahwa balon yang diisi dengan gas bisa terbang, Thomas memanggil seorang temannya lalu dia larutkan gas kedalam gelas dan temannya disuruh untuk meminumnya karena bilamana gas itu sudah ada di dalam perut temannya maka temannya itu akan bisa terbang ke udara. Hasil, gantinya terbang, temannya ini berbaring kesakitan karena perutnya sudah diisi dengan gas. Thomas yang sangat bodoh ini terus belajar dan belajar sering tertidur berbantalkan buku, sering lupa dan terlambat makan karena belajar. Pada waktu pernikahannya yang sudah dinanti-nantikannya tiba , semua tamu undangan sudah datang, pendeta yang memberkati juga sudah hadir, pangantin wanita juga sudah siap dengan pakaian kebesarannya. Namun orangtua Thomas Alva Edison dan keluarganya serta khalayak ramai menjadi gusar, mengapa? Karena pengantin laki-laki menghilang, tidak kelihatan. Semua mereka mencari-cari dimana gerangan Thomas Alva Edison bersembunyi, dan akhirnya didapati bahwa Thomas Alva Edison bukan bersembunyi atau melarikan diri tetapi dia sedang asik belajar di dalam laboratoriumnya, lupa kawin karena konsentrasi belajar dan belajar. Bolehkah anda tunjukkan sekarang ini, adakah orang lupa pacaran, lupa bermain bola, dan lupa makan karena asik belajar di rumah atau perpustakaan?

Thomas Alva Edison berkata: " Genius is 2% and Perspiration is 98%." Artinya penentu kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh IQ yang tinggi karena tingkat kecerdasan hanya 2% sedangkan yang 98 % adalah usaha atau kerja keras. Belum ada orang seperti Thomas Alva Edison di mana dia mempunyai hak paten atas penemuannya sebanyak 1097. Belum ada para ilmuwan dunia sampai sekarang ini yang memiliki ribuan hak paten atas penemuannya seperti yang dimiliki oleh Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison harus membuat percobaan sampai ribuan kali baru berhasil menciptakan bola lampu listrik yang kita miliki sekarang ini. "Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." ( Ulangan 6 : 7 ).

" Every youth should be taught the necessity and power of application. Upon this, far more than upon genius or talent, does success depend. Without application the most brilliant talents avail little, while with rightly directed effort persons of very ordinary natural abilities have accomplished wonders." ( Education p 232 ). Terjemahannya : "Setiap orang muda tidak terkecuali, harus diajarkan perlunya penerapan dan kemampuan menerapkan apa yang dipelajari. Di atas inilah tergantung kesuksesan yang melebihi kecerdasan luar biasa dan bakat. Tanpa penerapan bakat-bakat yang berillian kurang membawa hasil, sementara orang yang sangat sederhana sekalipun alias IQ rendah bilamana diarahkan dengan benar akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa."

Adam Khoo adalah warga negara Singapura. Dia dikenal sebagai anak bodoh, sehingga waktu dia duduk dikelas IV SD dia dikeluarkan dari sekolahnya, akhirnya dia masuk ke sekolah SD terburuk di Singapura. Ketika masuk ke SMP dia ditolak oleh enam SMP terbaik di Singapura, akhirnya masuk di SMP terburuk di sana. Singkat cerita pada umur 15 tahun dia sudah mulai berbisnis seperti bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional dimana kliennya adalah para manager dan top mananger perusahaan-perusahaan di Singapura, dia mendapat bayaran US $ 10,000 atau setara dengan Rp 100,000,000 per jam. Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dari orang-orang yang kelihatan bodoh di sekolah, namun sanggup membuat perkara-perkara ajaib di mata masyarakat. Kelihatannya sekolah-sekolah atau orang yang ada kaitan dengan sekolah tidak boleh melarang orang yang tingkat kecerdasannya kurang untuk dididik di sekolah tersebut. Seperti sekarang ini lembaga atau pemerintah berlomba membuat sekolah-sekolah unggulan dengan biaya tinggi dan orang yang masuk ke sekolah tersebut adalah orang-orang yang tinggi Indeks prestasinya. Kalau yang diterima di satu sekolah adalah orang-orang yang tinggi nilainya 9 ke atas, kemanakah anan-anak yang nilainya rendah? Jangan lupa, the ordinary man do great things since the intelligent ones no, artinya tidak selamanya orang yang tinggi IQ menjadi orang hebat dan berguna bagi bangsa dan negara, orang-orang yang kurang inteligensinya bisa berbuat lebih hebat dari orang-orang yang tinggi kecerdasannya.

Pengkhotbah 9 : 10 berkata: " Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."

Diambil dari :http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1839:orang-biasa-yang-luar-biasa&catid=34:renungan&Itemid=61
( Penulis adalah sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara - Pematangsiantar (2007-sekarang). Menikah dengan Ibu. T. Marpaung, dan dikarunai empat orang anak, yaitu: Franky Malau, Susan Julia Malau, Ketty Luciana Malau, Mervin Malau )

Tidak ada komentar: