Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …
Diambil dari : http://www.krenungan.org/wordpress/?p=449
Kamis, 29 April 2010
SOSOK SEORANG AYAH
Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…
Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!
Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)
Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…
Peace
Diambil dari : http://www.krenungan.org/wordpress/
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…
Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!
Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)
Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…
Peace
Diambil dari : http://www.krenungan.org/wordpress/
Kenakalan Remaja
Definisi : Perbuatan-perbuatan tercela dari remaja yang tidak mudah dihentikan dan terus bertumbuh sehingga akhirnya dapat menjadi kejahatan yang professional.
PENYEBAB TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA :
A.Faktor dari pribadi anak itu sendiri
manusia cenderung menyukai dosa (Yohanes 3:19)
Masa puber / persimpangan jalan (proses dalam mencari jati diri) (Amsal 14:12)
B.Faktor dari orang tua
Kurang pendidikan dari orangtua (Amsal 22:6,15; 19:18; 22:13-14; 13:24).
Kurang komunikasi antara orangtua dan anak (I Timotius 3:4).
Broken Home (Rumahtangga yang berantakan).
Orangtua yang suka memanipulasi anak (Efesus 6:4).
Orangtua yang tidak / kurang percaya pada anaknya, selalu ikut mengatur dan mengambil keputusan bagi anaknya.
Orangtua yang absen, sibuk bekerja atau telah meninggal dunia.
Anak-anak korban aborsi yang tetap lahir, baik itu sehat maupun cacat.
Pernah dititipkan oleh orangtua pada kerabat atau panti asuhan, lalu si anak merasa diabaikan.
C. Faktor dari lingkungan
Pergaulan yang buruk, entah itu dengan seorang pribadi atau kelompok maupun media (TV, radio, film-film, majalah, dst).
Tekanan dari sebaya.
TINGKAT KENAKALAN REMAJA
Fase 1 : Kenakalan di dalam rumah, yang merasa terganggu seputar penghuni rumah.
Fase 2 : kenakalan di luar rumah, mengganggu tetangga, sekolah dan dimana saja ia berada.
Fase 3 : Berurusan dengan yang berwajib atau berwenang, berurusan dengan wali kelas, kepala sekolah, ketua RT/RW bahkan polisi. Kenakalan yang mengganggu ketentraman masyarakat.
Fase 4 : kenakalan yang elah berubah menjadi parah, yaitu kejahatan. Terlibat dalam tindak kriminal hingga ditahan di kantor polisi atau urusan pengadilan atau di penjara.
Fase 5 : menjadi penjahat professional, kejahatan yang telah menjadi “a way of life”.
MUDAH ATAU TIDAKNYA SEORANG REMAJA YANG NAKAL UNTUK BERUBAH, SEMUANYA BERGANTUNG PADA :
Sampai fase mana kenakalan anak tersebut.
Sudahkah orangtua berdoa secara konsisten bagi anak tersebut ?
Apakah orangtua mau menerapkan prinsip Firman Tuhan dalam hidup mereka terlebih dahulu dan lalu menerapkan hal tersebut pada anak.
Tergantung pada remaja itu sendiri, mau berubah atau tidak, sebab setiap manusia memiliki kehendak bebas.
Dan lain-lain.
Ingatlah senantiasa janji Tuhan di dalam Kisah Para Rasul 16 : 31, “Percayalah kepada TUHAN YESUS KRISTUS dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
CARA MELAYANI SEORANG REMAJA YANG NAKAL
Perhatikan di mana penyebabnya(lihat di halaman sebelumnya) dan coba benahi sesuai dengan Firman Tuhan.
Percaya bahwa Allah sanggup untuk mengubah anak tersebut bila orangtuanya sebagai wakil Allah beriman akan perubahan itu (Markus 9:23; Yohanes 20:29; Ibrani 11:1,3).
Sampaikan nasehat sesuai Firman Tuhan (Yesaya 55:11).
Hidup dalam doa syafaat(Kel 17:11) dan doa peperangan (Efesus 6:12; 2Korintus 4:4).
Layanilah dengan kasih (Kidung Agung 8:6), jangan putus asa dan mudah marah(I Korintus 13:13).
Jadilah teladan(Filipi 3:17).
Mintalah bantuan dari saudara-saudara seiman (Galatia 6:2).
Simpan janji Tuhan mengenai keluarga (Ulangan 30:19; Lukas 1:17; mazmur 9:10; Amsal 24:3-4,15; Keluaran 12:23; Amsal 12:7; 21:20; Kisah Para Rasul 2:38-39; 16:30-32).
Serahkanlah segala kekuatiran pada Tuhan (I Petrus 5:7).
Disiplin dan hukuman.
Definisi dari disiplin adalah suatu cabang ilmu pengetahuan atau pendidikan. Latihan mengembangkan penguasaan diri, karakter atau keteraturan dan kedayagunaan. Pengawasan ketat untuk melaksanakan kepatuhan. Hal ini diterapkan seperti seorang pelatih atletik pada regunya sebelum pertandingan. Definisi dari hukuman adalah suatu ganjaran yang dikenakan atas seorang pelanggar sebagai balasan dan sekaligus untuk perbaikan dan pencegahan.Hukuman merupakan hal keadilan.Hukuman dikenakan pada anak bila ia melanggar aturan atau pedoman keluarga yang telah disepakati bersama.Jadi disiplin merupakan kepatuhan terhadap suatu system yang berlaku atau aturan perilaku yang mapan, sedangkan hukuman merupakan akibat dari pelanggaran salah satu aturan yang ada. Contoh bentuk hukuman; tidak boleh keluar rumah, tidak boleh menonton TV, tidak boleh menggunakan telpon, dst.
Saran Menetapkan Disiplin Dan Hukuman Yang Tepat
1.Tulislah pedoman atau aturan mutakhir anda, yang tentunya masuk akal, berdoalah sebelum menulis pedoman tersebut. Hal ini dapat dibicarakan dengan anak hingga ia dapat tahu atau mengenali nilai-nilai keluarganya.
2.Putuskan macam hukuman yang akan dijalankan. Hukuman harus yang masuk akal, jangan terlampau berat ataupun ringan).
Membina hubungan yang erat dengan anak (membenahi komunikasi). Ketika orangtua memberi dirinya untuk berkomunikasi dengan si anak, maka ia telah melakukan suatu tindakan yang menggambarkan bahwa orangtua tidak mementingkan diri.
Bagaimana caranya untuk membenahi sector komunikasi ini?
Mau mendengar keluhan atau hasrat si anak tanpa banyak memberi komentar,terlebih yang negatif.
Penegasan atau kata-kata yang positif untuk mendorong anak, namun janagan berlebihan.
Perhatian pada kegiatan mereka atau hobi dan coba untuk terlibat bersama.
Jangan takut untuk percaya.
Kencan ganda (ayah dan ibu bersama dengan si anak dan kekasihnya).
Berkomunikasilah dengan melibatkan unsure keterbukaan, keramahan dan kejujuran dari kedua belah pihak.
TANDA-TANDA LAHIRIAH DARI REMAJA YANG TERLUKA DAN MENCARI PELARIAN DAPAT DIKENALI MELALUI SATU ATAU LEBIH GEJALA DI BAWAH INI :
Penarikan diri, enggan berkomunikasi.
Pandangan dan sikap tidak berterimakasih.
Sikap bandel dan murung.
Memelihara persahabatan yang buruk, membutuhkan pembangkang lain untuk mendorong semangat dan dukungan.
Membela diri secara gigih atas tindakan yang salah.
Menuding orang lain untuk kesalahannya.
Perubahan sikap hati yang keterlaluan.
Kurang ajar pada orang tua atau siapapun.
Mencuri,menipu, bohong dan memalsukan.
Lari dari rumah.
Berkelahi.
Perbuatan cabul.
PERGUMULAN REMAJA DI HARI AKHIR
Rasa rendah diri
Kau merasa seperti seorang pecundang sebelum pertandingan di mulai. Acapkali media massa menonjolkan orang sebagai idola dan pahlawan seperti tokoh politik, miliuner , artis, olahragawan, musisi, dll. Maupun nilai-nilai yang salah yang berkembang seperti cowok macho,wanita cantik seperti boneka Barbie. Dan hal-hal ini membuat para remaja bergumul dan mulai membandingkan diri mereka dengan tokoh-tokoh atau nilai-nilai yang berkembang.
Bagaimana mengatasi rendah diri?(Matius 22:37-39)
Mangasihi Allah
Mengasihi orang lain
Mengasihi diri sendiri
Kita harus dapat mengasihi diri sendiri, sebelum dapat mengasihi orang lain. Kau tidak dapat menghargai orang lain sebelum dapat menghargai diri sendiri. Keangkuhan justru timbul dari rasa rendah diri hingga berkomentar untuk merendahkan orang lain.Lukas 5:8-10, tinggalkan kerendahan hati yang palsu. Sebab Tuhan mau pakai kita untuk perkara yang besar.
Menghentikan wabah rendah diri:
Percayai kebenaran tentang dirimu dari Firman Tuhan, bukannya majalah remaja.
Allah menciptakan dirimu dengan tujuan dasyat (Mazmur 139:13-14).
Musik
Musik diciptakan untuk memuliakan Allah, musik menjadi masalah ketika para musisi mengekspresikan dirinya atau isi hatinya yang tidak memuliakan Allah. Musik atau jenis irama, seperti rock/dangdut/jazz/dstnya bukanlah maslahnya tetapi “isi dan roh” yang berada di balik musik tersebut. Para musisi sekuler menulis lagunya berdasarkan pandangan tertentu atau pengalaman (dengan obat-obatan, alcohol,seks,amarah, kebencian, kekerasan, bunuh diri, putus cinta, dst.). Seorang musisi sudah lahir baru atau belum itu yang menjadi masalah. Bahaya musik sekuler adalah kita dapat terpengaruh dalam hal nilai-nilai, gaya hidup, penampilan, cara berbicara, dll. Budaya MTV disaksikan 400 juta pemrsa di seluruh dunia sedangkan siaran berita CNN hanya 150 juta, dan yang lebih mengejutkan 42% anak muda Kristen menonton acara ini di Amerika Serikat.
Apa yang arus kita lakukan? Haruskah kita “hanya” mendengar lagu gereja saja dan “melenyapkan” lagu-lagu sekuler sama sekali dari rumah kita? TIDAK. Namun uji apa yang kau dengar(Efesus 5:19), apakah lagu itu memuliakan Allah atau apakah lagu-lagu itu memiliki nilai-nilai kekristenan di dalamnya.
Pergaulan
Tekanan dari pergaulan anak-anak muda dapat memanipulasi, mengubah bahkan mengatur kembali gaya hidup seseorang. Contoh kehidupan geng atau suatu kelompok tertentu.
Mengapa dapat terjadi? Sebab ingin diterim dan diakui oleh “teman-teman”.
Bagaimana agar tidak terpengaruh? (Daniel 3)
sadari bahwa kamu benar hidup dalam nilai-nilai Allah.
Buat komitmen.
Siap melakukan komitmen dan resikonya.
Bersahabat dengan orang-orang yang hidup radikal bagi Tuhan.
Mrnjadi pengaruh yang benar di dalam kelompok yang benar (menjadi trend setter).
Idola (berhala)
Sesuatu yang menarik perhatian secara berlebihan adalah definisi yang tepat untuk penjelasannya. Atau suatu bentuk allah yang digunakan sebagai sarana penyembahan, benda apapun yang dipuja atau dikagumi secara berlebihan. Baal masa kini dapat berupa walkman/CD player/ radio-tape mini compo, tv & vcd player, video games/ PS, komputer, mobil/sepeda motor, uang, bintang musik (bahkan juga musisi Kristen), bintang film, bintang olahraga, kekasih, dst. Pada dasarnya kita boleh menyukai sesuatu atau seseorang tetapi jangan sampai berlebihan. Beberapa pertanyaan yang harus kita ajukan tentang segala sesuatu yang menarik perhatian kita adalah; apakah kita mempergunakan “mereka” atau mereka yang memeperalat kita? Apakah kita yang menguasai mereka atau mereka yang menguasai kita? Apakah hal itu menguntungkan kita atau malah merugikan?
Sahabat
Definisinya adalah seseorang yang membuat kamu merasa nyaman setiap saat kamu ingin bersamanya.Seseorang tempat kamu mengikat diri, membelamu, selalu bersama tanpa memperdulikan apapun.
Hal negatif , bila kita salah membina persahabatan dengan orang yang salah (1 Kor 15:33).
Tingkat persahabatan:
Perkenalan.
Persahabatan social (sudah dibahas dalam “pergaulan”)
Sahabat Karib.
Sahabat yangsetia sampai akhir (contoh Daud dan Yonatan)
a. Memiliki gairah untuk hidup “lebih berkualitas” bagi Allah (I Samuel 18:1). Yonatan (I Sam 14) maupun Daud (I Sam 17) sama-sama mengalahkan Filistin.
b. Mereka melayani satu sama lain dan saling menginginkan yang terbaik.
c. Berkomitmen terhadap persahabatan yang penuh tanggungjawab (I Samuel 18:3-4).
Diambil dari : http://renungandave.blogspot.com/2008/01/kenakalan-remaja.html
PENYEBAB TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA :
A.Faktor dari pribadi anak itu sendiri
manusia cenderung menyukai dosa (Yohanes 3:19)
Masa puber / persimpangan jalan (proses dalam mencari jati diri) (Amsal 14:12)
B.Faktor dari orang tua
Kurang pendidikan dari orangtua (Amsal 22:6,15; 19:18; 22:13-14; 13:24).
Kurang komunikasi antara orangtua dan anak (I Timotius 3:4).
Broken Home (Rumahtangga yang berantakan).
Orangtua yang suka memanipulasi anak (Efesus 6:4).
Orangtua yang tidak / kurang percaya pada anaknya, selalu ikut mengatur dan mengambil keputusan bagi anaknya.
Orangtua yang absen, sibuk bekerja atau telah meninggal dunia.
Anak-anak korban aborsi yang tetap lahir, baik itu sehat maupun cacat.
Pernah dititipkan oleh orangtua pada kerabat atau panti asuhan, lalu si anak merasa diabaikan.
C. Faktor dari lingkungan
Pergaulan yang buruk, entah itu dengan seorang pribadi atau kelompok maupun media (TV, radio, film-film, majalah, dst).
Tekanan dari sebaya.
TINGKAT KENAKALAN REMAJA
Fase 1 : Kenakalan di dalam rumah, yang merasa terganggu seputar penghuni rumah.
Fase 2 : kenakalan di luar rumah, mengganggu tetangga, sekolah dan dimana saja ia berada.
Fase 3 : Berurusan dengan yang berwajib atau berwenang, berurusan dengan wali kelas, kepala sekolah, ketua RT/RW bahkan polisi. Kenakalan yang mengganggu ketentraman masyarakat.
Fase 4 : kenakalan yang elah berubah menjadi parah, yaitu kejahatan. Terlibat dalam tindak kriminal hingga ditahan di kantor polisi atau urusan pengadilan atau di penjara.
Fase 5 : menjadi penjahat professional, kejahatan yang telah menjadi “a way of life”.
MUDAH ATAU TIDAKNYA SEORANG REMAJA YANG NAKAL UNTUK BERUBAH, SEMUANYA BERGANTUNG PADA :
Sampai fase mana kenakalan anak tersebut.
Sudahkah orangtua berdoa secara konsisten bagi anak tersebut ?
Apakah orangtua mau menerapkan prinsip Firman Tuhan dalam hidup mereka terlebih dahulu dan lalu menerapkan hal tersebut pada anak.
Tergantung pada remaja itu sendiri, mau berubah atau tidak, sebab setiap manusia memiliki kehendak bebas.
Dan lain-lain.
Ingatlah senantiasa janji Tuhan di dalam Kisah Para Rasul 16 : 31, “Percayalah kepada TUHAN YESUS KRISTUS dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
CARA MELAYANI SEORANG REMAJA YANG NAKAL
Perhatikan di mana penyebabnya(lihat di halaman sebelumnya) dan coba benahi sesuai dengan Firman Tuhan.
Percaya bahwa Allah sanggup untuk mengubah anak tersebut bila orangtuanya sebagai wakil Allah beriman akan perubahan itu (Markus 9:23; Yohanes 20:29; Ibrani 11:1,3).
Sampaikan nasehat sesuai Firman Tuhan (Yesaya 55:11).
Hidup dalam doa syafaat(Kel 17:11) dan doa peperangan (Efesus 6:12; 2Korintus 4:4).
Layanilah dengan kasih (Kidung Agung 8:6), jangan putus asa dan mudah marah(I Korintus 13:13).
Jadilah teladan(Filipi 3:17).
Mintalah bantuan dari saudara-saudara seiman (Galatia 6:2).
Simpan janji Tuhan mengenai keluarga (Ulangan 30:19; Lukas 1:17; mazmur 9:10; Amsal 24:3-4,15; Keluaran 12:23; Amsal 12:7; 21:20; Kisah Para Rasul 2:38-39; 16:30-32).
Serahkanlah segala kekuatiran pada Tuhan (I Petrus 5:7).
Disiplin dan hukuman.
Definisi dari disiplin adalah suatu cabang ilmu pengetahuan atau pendidikan. Latihan mengembangkan penguasaan diri, karakter atau keteraturan dan kedayagunaan. Pengawasan ketat untuk melaksanakan kepatuhan. Hal ini diterapkan seperti seorang pelatih atletik pada regunya sebelum pertandingan. Definisi dari hukuman adalah suatu ganjaran yang dikenakan atas seorang pelanggar sebagai balasan dan sekaligus untuk perbaikan dan pencegahan.Hukuman merupakan hal keadilan.Hukuman dikenakan pada anak bila ia melanggar aturan atau pedoman keluarga yang telah disepakati bersama.Jadi disiplin merupakan kepatuhan terhadap suatu system yang berlaku atau aturan perilaku yang mapan, sedangkan hukuman merupakan akibat dari pelanggaran salah satu aturan yang ada. Contoh bentuk hukuman; tidak boleh keluar rumah, tidak boleh menonton TV, tidak boleh menggunakan telpon, dst.
Saran Menetapkan Disiplin Dan Hukuman Yang Tepat
1.Tulislah pedoman atau aturan mutakhir anda, yang tentunya masuk akal, berdoalah sebelum menulis pedoman tersebut. Hal ini dapat dibicarakan dengan anak hingga ia dapat tahu atau mengenali nilai-nilai keluarganya.
2.Putuskan macam hukuman yang akan dijalankan. Hukuman harus yang masuk akal, jangan terlampau berat ataupun ringan).
Membina hubungan yang erat dengan anak (membenahi komunikasi). Ketika orangtua memberi dirinya untuk berkomunikasi dengan si anak, maka ia telah melakukan suatu tindakan yang menggambarkan bahwa orangtua tidak mementingkan diri.
Bagaimana caranya untuk membenahi sector komunikasi ini?
Mau mendengar keluhan atau hasrat si anak tanpa banyak memberi komentar,terlebih yang negatif.
Penegasan atau kata-kata yang positif untuk mendorong anak, namun janagan berlebihan.
Perhatian pada kegiatan mereka atau hobi dan coba untuk terlibat bersama.
Jangan takut untuk percaya.
Kencan ganda (ayah dan ibu bersama dengan si anak dan kekasihnya).
Berkomunikasilah dengan melibatkan unsure keterbukaan, keramahan dan kejujuran dari kedua belah pihak.
TANDA-TANDA LAHIRIAH DARI REMAJA YANG TERLUKA DAN MENCARI PELARIAN DAPAT DIKENALI MELALUI SATU ATAU LEBIH GEJALA DI BAWAH INI :
Penarikan diri, enggan berkomunikasi.
Pandangan dan sikap tidak berterimakasih.
Sikap bandel dan murung.
Memelihara persahabatan yang buruk, membutuhkan pembangkang lain untuk mendorong semangat dan dukungan.
Membela diri secara gigih atas tindakan yang salah.
Menuding orang lain untuk kesalahannya.
Perubahan sikap hati yang keterlaluan.
Kurang ajar pada orang tua atau siapapun.
Mencuri,menipu, bohong dan memalsukan.
Lari dari rumah.
Berkelahi.
Perbuatan cabul.
PERGUMULAN REMAJA DI HARI AKHIR
Rasa rendah diri
Kau merasa seperti seorang pecundang sebelum pertandingan di mulai. Acapkali media massa menonjolkan orang sebagai idola dan pahlawan seperti tokoh politik, miliuner , artis, olahragawan, musisi, dll. Maupun nilai-nilai yang salah yang berkembang seperti cowok macho,wanita cantik seperti boneka Barbie. Dan hal-hal ini membuat para remaja bergumul dan mulai membandingkan diri mereka dengan tokoh-tokoh atau nilai-nilai yang berkembang.
Bagaimana mengatasi rendah diri?(Matius 22:37-39)
Mangasihi Allah
Mengasihi orang lain
Mengasihi diri sendiri
Kita harus dapat mengasihi diri sendiri, sebelum dapat mengasihi orang lain. Kau tidak dapat menghargai orang lain sebelum dapat menghargai diri sendiri. Keangkuhan justru timbul dari rasa rendah diri hingga berkomentar untuk merendahkan orang lain.Lukas 5:8-10, tinggalkan kerendahan hati yang palsu. Sebab Tuhan mau pakai kita untuk perkara yang besar.
Menghentikan wabah rendah diri:
Percayai kebenaran tentang dirimu dari Firman Tuhan, bukannya majalah remaja.
Allah menciptakan dirimu dengan tujuan dasyat (Mazmur 139:13-14).
Musik
Musik diciptakan untuk memuliakan Allah, musik menjadi masalah ketika para musisi mengekspresikan dirinya atau isi hatinya yang tidak memuliakan Allah. Musik atau jenis irama, seperti rock/dangdut/jazz/dstnya bukanlah maslahnya tetapi “isi dan roh” yang berada di balik musik tersebut. Para musisi sekuler menulis lagunya berdasarkan pandangan tertentu atau pengalaman (dengan obat-obatan, alcohol,seks,amarah, kebencian, kekerasan, bunuh diri, putus cinta, dst.). Seorang musisi sudah lahir baru atau belum itu yang menjadi masalah. Bahaya musik sekuler adalah kita dapat terpengaruh dalam hal nilai-nilai, gaya hidup, penampilan, cara berbicara, dll. Budaya MTV disaksikan 400 juta pemrsa di seluruh dunia sedangkan siaran berita CNN hanya 150 juta, dan yang lebih mengejutkan 42% anak muda Kristen menonton acara ini di Amerika Serikat.
Apa yang arus kita lakukan? Haruskah kita “hanya” mendengar lagu gereja saja dan “melenyapkan” lagu-lagu sekuler sama sekali dari rumah kita? TIDAK. Namun uji apa yang kau dengar(Efesus 5:19), apakah lagu itu memuliakan Allah atau apakah lagu-lagu itu memiliki nilai-nilai kekristenan di dalamnya.
Pergaulan
Tekanan dari pergaulan anak-anak muda dapat memanipulasi, mengubah bahkan mengatur kembali gaya hidup seseorang. Contoh kehidupan geng atau suatu kelompok tertentu.
Mengapa dapat terjadi? Sebab ingin diterim dan diakui oleh “teman-teman”.
Bagaimana agar tidak terpengaruh? (Daniel 3)
sadari bahwa kamu benar hidup dalam nilai-nilai Allah.
Buat komitmen.
Siap melakukan komitmen dan resikonya.
Bersahabat dengan orang-orang yang hidup radikal bagi Tuhan.
Mrnjadi pengaruh yang benar di dalam kelompok yang benar (menjadi trend setter).
Idola (berhala)
Sesuatu yang menarik perhatian secara berlebihan adalah definisi yang tepat untuk penjelasannya. Atau suatu bentuk allah yang digunakan sebagai sarana penyembahan, benda apapun yang dipuja atau dikagumi secara berlebihan. Baal masa kini dapat berupa walkman/CD player/ radio-tape mini compo, tv & vcd player, video games/ PS, komputer, mobil/sepeda motor, uang, bintang musik (bahkan juga musisi Kristen), bintang film, bintang olahraga, kekasih, dst. Pada dasarnya kita boleh menyukai sesuatu atau seseorang tetapi jangan sampai berlebihan. Beberapa pertanyaan yang harus kita ajukan tentang segala sesuatu yang menarik perhatian kita adalah; apakah kita mempergunakan “mereka” atau mereka yang memeperalat kita? Apakah kita yang menguasai mereka atau mereka yang menguasai kita? Apakah hal itu menguntungkan kita atau malah merugikan?
Sahabat
Definisinya adalah seseorang yang membuat kamu merasa nyaman setiap saat kamu ingin bersamanya.Seseorang tempat kamu mengikat diri, membelamu, selalu bersama tanpa memperdulikan apapun.
Hal negatif , bila kita salah membina persahabatan dengan orang yang salah (1 Kor 15:33).
Tingkat persahabatan:
Perkenalan.
Persahabatan social (sudah dibahas dalam “pergaulan”)
Sahabat Karib.
Sahabat yangsetia sampai akhir (contoh Daud dan Yonatan)
a. Memiliki gairah untuk hidup “lebih berkualitas” bagi Allah (I Samuel 18:1). Yonatan (I Sam 14) maupun Daud (I Sam 17) sama-sama mengalahkan Filistin.
b. Mereka melayani satu sama lain dan saling menginginkan yang terbaik.
c. Berkomitmen terhadap persahabatan yang penuh tanggungjawab (I Samuel 18:3-4).
Diambil dari : http://renungandave.blogspot.com/2008/01/kenakalan-remaja.html
Rabu, 28 April 2010
GURUKU SAHABATKU
GURUKU SAHABATKU
Kondisi Guru dan Pendidikan Saat Ini
Dari penelitian Bank Dunia, rasio guru dan siswa di Indonesia termasuk lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk SD, rasio guru dengan siswa 1 : 20, SMP 1 : 17, dan SMA/SMK 1 : 14.
Berdasarkan data dari Depdiknas ada 2.783.321 guru. Guru yang tercatat di Depdiknas terdiri dari guru TK (174.429), SD (1.250.032), SMP (488.206), Sekolah Luar Biasa (10.154), SMA (227.433), dan SMK (155.761). Di bawah Departemen Agama tersebar di MI (204.774), MTs (179.809), dan MA (92.723).
Definisi pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga anak didik dapat dengan aktif mengembangkan potensi diri.
Ketua Komisi Nasional untuk UNESCO, Arief Rachman. Arief mengatakan, dengan mengembangkan potensi dirinya ( guru ) itulah, para siswa akan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, serta kecerdasan moral. Namun yang terjadi sekarang justru adalah banyak guru yang tidak memfungsikan posisinya sebagai pendidik, tetapi hanya sebagai pengajar. Guru yang mendidik adalah guru yang mampu menciptakan suasana proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan membuat suasana menjadi hidup. Dalam proses pembelajaran itu, pendidik harus dapat memberikan keteladanan bagi muridnya.
Dalam pendidikan kita mengenal pepatah :
a. yang saya dengar, saya lupa;
b. yang saya lihat, saya ingat;
c. yang saya kerjakan, saya pahami
Guru tidak sekedar metransfer ilmu kepada siswa. Ada banyak macam kecerdasan yang dimiliki oleh anak dan ini yang harusnya juga dikembangkan saat anak belajar. Menurut Gardner (1993) ada beberapa kecerdasan yang perlu sekali dikembangkan pada dunia persekolahan yakni:
Kecerdasan linguistik; kecerdasan yang mengarah dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang bagus, dinamis, inovatif.
Kecerdasan logis matematis; kemampuan berfikir siswa secara runtut maksudnya seorang siswa berfikir secara runtut dan untuk melatihnya memerlukan waktu yang lebih khusus.
Kecerdasan musikal; bagaimana kemampuan siswa untuk menangkap dan menciptakan pola nada dan irama.
Kecerdasan spasial; kemampuan siswa untuk membentuk imajinasi berdasarkan kenyataan atau realitas.
Kecerdasan kinestetik-ragawi; kemampuan siswa untuk menghasilkan gerakan motorik yang halus.
Kecerdasan intra pribadi; kemampuan siswa untuk mengenal diri sendiri atau menilai diri sendiri (self assesment).
Kecerdasan antar pribadi; kemampuan siswa dapat memahami orang lain.
Untuk dapat melaksanakan ini semua dibutuhkan guru yang profesional. 10 kriteria guru yang profesional:
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru
Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus
(1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme,
(2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya,
(3) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
(4) mematuhi kode etik profesi,
(5) memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas,
(6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya,
(7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan,
(8) memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya, dan
(9) memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum (sumber UU tentang Guru dan Dosen).
Bila kita mencermati prinsip-prinsip profesional di atas, kondisi kerja pada dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki titik lemah pada hal-hal berikut.
(1) Kualifikasi dan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang tugas. Di
lapangan banyak di antara guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
(2) Tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, seorang guru selain terampil mengajar, juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
(3) Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.Sementara ini guru yang berprestasi dan yang tidak berprestasi mendapatkan penghasilan yang sama. Memang benar sekarang terdapat program sertifikasi. Namun, program tersebut tidak memberikan peluang kepada seluruh guru. Sertifikasi hanya dapat diikuti oleh guru-guru yang ditunjuk kepala sekolah yang notabene akan berpotensi subjektif.
(4) Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Banyak guru yang terjebak pada rutinitas. Pihak berwenang pun tidak mendorong guru ke arah pengembangan kompetensi diri ataupun karier. Hal itu terindikasi dengan minimnya kesempatan beasiswa yang diberikan kepada guru dan tidak adanya program pencerdasan
guru, misalnya dengan adanya tunjangan buku referensi, pelatihan berkala, dsb.
Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai he does his job well. Artinya, guru haruslah orang yang memiliki insting pendidik, paling tidak mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Dengan integritas barulah, sang guru menjadi teladan atau role model.
Menyadari banyaknya guru yang belum memenuhi kriteria profesional, guru dan penanggung jawab pendidikan harus mengambil langkah. Hal-hal yang dapat dilakukan di antaranya
(1) penyelenggaraan pelatihan. Dasar profesionalisme adalah kompetensi. Sementara itu, pengembangan kompetensi mutlak harus berkelanjutan. Caranya, tiada lain dengan pelatihan.
(2) Pembinaan perilaku kerja. Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penelitian-penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuara pada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayah kehidupan ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.
(3) Penciptaan waktu luang. Waktu luang (leisure time) sudah lama menjadi sebuah bagian proses pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik (Yunani-Romawi) adalah menjadikan manusia makin menjadi "penganggur terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untuk mempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (personal).
(4) Peningkatan kesejahteraan. Agar seorang guru bermartabat dan mampu "membangun" manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraan yang cukup.
Persahabatan : 1Samuel 18:1
Persahabatan antara Yonathan dan Daud
Arti persahabatan menurut anak muda / remaja:
1. Persahabatan itu saling mengerti
2. Persahabatan itu saling membantu
3. Persahabatan itu saling menghargai
4. Persahabatan itu saling menjaga
5. Persahabatan itu saling menerima
6. Persahabatan itu saling menjaga kejujuran
Kan ada lagunya....persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu.....persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah.......
Ada pula yang mengungkapkan arti sahabat itu dengan bahasanya sendiri:
Bagi gw...persahabatan....adalah hal yang indah
Cara gw supaya tmn2 /sahabat gw g pada kabur :
1. keep contact
2. selalu luangin waktu u/ kumpul2 bareng
3. keep remember their birthday
4. selalu hadirkan mereka dalam doa kita
Sahabat yang sejati g mungkin ngejelek2in kita di depan orang banyak hanya karena dia ga mau ngelihat sahabat dia deket ma orang.
Agar guru bisa jadi sahabat anak, maka disamping profesionalitas seorang guru harus dimiliki maka kita bisa mendudukkan siswa sebagai seorang sahabat dengan kriteria dan pemahaman siswa, mengerti bahasa siswa, pergaulan siswa dan kemauan siswa.
( Disarikan dari beberapa sumber baik majalah maupun dari internet )
Kondisi Guru dan Pendidikan Saat Ini
Dari penelitian Bank Dunia, rasio guru dan siswa di Indonesia termasuk lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk SD, rasio guru dengan siswa 1 : 20, SMP 1 : 17, dan SMA/SMK 1 : 14.
Berdasarkan data dari Depdiknas ada 2.783.321 guru. Guru yang tercatat di Depdiknas terdiri dari guru TK (174.429), SD (1.250.032), SMP (488.206), Sekolah Luar Biasa (10.154), SMA (227.433), dan SMK (155.761). Di bawah Departemen Agama tersebar di MI (204.774), MTs (179.809), dan MA (92.723).
Definisi pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga anak didik dapat dengan aktif mengembangkan potensi diri.
Ketua Komisi Nasional untuk UNESCO, Arief Rachman. Arief mengatakan, dengan mengembangkan potensi dirinya ( guru ) itulah, para siswa akan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, serta kecerdasan moral. Namun yang terjadi sekarang justru adalah banyak guru yang tidak memfungsikan posisinya sebagai pendidik, tetapi hanya sebagai pengajar. Guru yang mendidik adalah guru yang mampu menciptakan suasana proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan membuat suasana menjadi hidup. Dalam proses pembelajaran itu, pendidik harus dapat memberikan keteladanan bagi muridnya.
Dalam pendidikan kita mengenal pepatah :
a. yang saya dengar, saya lupa;
b. yang saya lihat, saya ingat;
c. yang saya kerjakan, saya pahami
Guru tidak sekedar metransfer ilmu kepada siswa. Ada banyak macam kecerdasan yang dimiliki oleh anak dan ini yang harusnya juga dikembangkan saat anak belajar. Menurut Gardner (1993) ada beberapa kecerdasan yang perlu sekali dikembangkan pada dunia persekolahan yakni:
Kecerdasan linguistik; kecerdasan yang mengarah dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang bagus, dinamis, inovatif.
Kecerdasan logis matematis; kemampuan berfikir siswa secara runtut maksudnya seorang siswa berfikir secara runtut dan untuk melatihnya memerlukan waktu yang lebih khusus.
Kecerdasan musikal; bagaimana kemampuan siswa untuk menangkap dan menciptakan pola nada dan irama.
Kecerdasan spasial; kemampuan siswa untuk membentuk imajinasi berdasarkan kenyataan atau realitas.
Kecerdasan kinestetik-ragawi; kemampuan siswa untuk menghasilkan gerakan motorik yang halus.
Kecerdasan intra pribadi; kemampuan siswa untuk mengenal diri sendiri atau menilai diri sendiri (self assesment).
Kecerdasan antar pribadi; kemampuan siswa dapat memahami orang lain.
Untuk dapat melaksanakan ini semua dibutuhkan guru yang profesional. 10 kriteria guru yang profesional:
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru
Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus
(1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme,
(2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya,
(3) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
(4) mematuhi kode etik profesi,
(5) memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas,
(6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya,
(7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan,
(8) memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya, dan
(9) memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum (sumber UU tentang Guru dan Dosen).
Bila kita mencermati prinsip-prinsip profesional di atas, kondisi kerja pada dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki titik lemah pada hal-hal berikut.
(1) Kualifikasi dan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang tugas. Di
lapangan banyak di antara guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
(2) Tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, seorang guru selain terampil mengajar, juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
(3) Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.Sementara ini guru yang berprestasi dan yang tidak berprestasi mendapatkan penghasilan yang sama. Memang benar sekarang terdapat program sertifikasi. Namun, program tersebut tidak memberikan peluang kepada seluruh guru. Sertifikasi hanya dapat diikuti oleh guru-guru yang ditunjuk kepala sekolah yang notabene akan berpotensi subjektif.
(4) Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Banyak guru yang terjebak pada rutinitas. Pihak berwenang pun tidak mendorong guru ke arah pengembangan kompetensi diri ataupun karier. Hal itu terindikasi dengan minimnya kesempatan beasiswa yang diberikan kepada guru dan tidak adanya program pencerdasan
guru, misalnya dengan adanya tunjangan buku referensi, pelatihan berkala, dsb.
Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai he does his job well. Artinya, guru haruslah orang yang memiliki insting pendidik, paling tidak mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Dengan integritas barulah, sang guru menjadi teladan atau role model.
Menyadari banyaknya guru yang belum memenuhi kriteria profesional, guru dan penanggung jawab pendidikan harus mengambil langkah. Hal-hal yang dapat dilakukan di antaranya
(1) penyelenggaraan pelatihan. Dasar profesionalisme adalah kompetensi. Sementara itu, pengembangan kompetensi mutlak harus berkelanjutan. Caranya, tiada lain dengan pelatihan.
(2) Pembinaan perilaku kerja. Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penelitian-penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuara pada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayah kehidupan ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.
(3) Penciptaan waktu luang. Waktu luang (leisure time) sudah lama menjadi sebuah bagian proses pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik (Yunani-Romawi) adalah menjadikan manusia makin menjadi "penganggur terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untuk mempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (personal).
(4) Peningkatan kesejahteraan. Agar seorang guru bermartabat dan mampu "membangun" manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraan yang cukup.
Persahabatan : 1Samuel 18:1
Persahabatan antara Yonathan dan Daud
Arti persahabatan menurut anak muda / remaja:
1. Persahabatan itu saling mengerti
2. Persahabatan itu saling membantu
3. Persahabatan itu saling menghargai
4. Persahabatan itu saling menjaga
5. Persahabatan itu saling menerima
6. Persahabatan itu saling menjaga kejujuran
Kan ada lagunya....persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu.....persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah.......
Ada pula yang mengungkapkan arti sahabat itu dengan bahasanya sendiri:
Bagi gw...persahabatan....adalah hal yang indah
Cara gw supaya tmn2 /sahabat gw g pada kabur :
1. keep contact
2. selalu luangin waktu u/ kumpul2 bareng
3. keep remember their birthday
4. selalu hadirkan mereka dalam doa kita
Sahabat yang sejati g mungkin ngejelek2in kita di depan orang banyak hanya karena dia ga mau ngelihat sahabat dia deket ma orang.
Agar guru bisa jadi sahabat anak, maka disamping profesionalitas seorang guru harus dimiliki maka kita bisa mendudukkan siswa sebagai seorang sahabat dengan kriteria dan pemahaman siswa, mengerti bahasa siswa, pergaulan siswa dan kemauan siswa.
( Disarikan dari beberapa sumber baik majalah maupun dari internet )
ORANG BIASA YANG LUAR BIASA
ORANG BIASA YANG LUAR BIASA
Percakapan sehari-hari sering kita mendengar kata-kata biasa dan luar biasa. Kedua kata biasa dan luar biasa adalah kata-kata yang mudah diucapkan oleh siapa sajapun. Kata yang kita bahas dalam bahasa Inggeris disebut very ordinary people artinya orang yang tidak begitu menonjol dalam kecerdasannya atau disebut orang yang tingkat intelijensinya kurang dalam istilah sekarang IQ-nya rendah. Kemudian orang yang luar biasa adalah orang-orang yang tingkat intelijensinya menakjubkan dengan kata lain IQ-nya tinggi. Ada seorang anak namanya Akrit Jaswal dari India pada umur tujuh tahun sudah menjadi dokter bedah, dia mempunyai IQ 146.
Pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Punjab, mahasiswa yang paling muda dalam sejarah India Dia adalah seorang anak yang dianggap manusia paling genius di India saat ini. Pada umur 5 tahun dia sudah membaca banyak buku termasuk buku-buku kedokteran ayahnya sendiri, tidak heran pada umur 7 tahun dia berhasil menjadi dokter bedah yang sukses.
Kembali kepada kata orang biasa dan orang yang luar biasa, bilamana orang biasa melakukan perkara atau hal-hal yang biasa dan orang-orang luar biasa melakukan perkara-perkara yang luar biasa ini adalah hal yang biasa. Namun apabila orang yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa mampu membuat perkara-perkara yang luar biasa adalah merupakan sesuatu yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikagumi. Mungkinkah orang yang tingkat kecerdasannya biasa atau IQ-nya biasa dapat mengukir prestasi yang gemilang? Apakah prestasi seseorang ditentukan oleh tingkat inteljensi yang dimiliki?
Apakah sampai hari ini masih relevan peribahasa yang berkata: " Rajin pangkal pandai?" Setelah melakukan observasi terhadap anak-anak atau orang jenius, didapati bahwa William James Sidis (keturunan Yahudi) anak dari Boris Sidis, dosen Universitas Harvard adalah satu-satunya anak yang paling pintar atau paling jenius di muka bumi sampai pada saat ini, mengapa? Menurut penelitian, dia mempunyai IQ diantara 250 – 300. Pada umur 8 bulan dia sudah bisa makan pakai sendok, umur 18 bulan sudah biasa membaca buku, dan pada usia 8 tahun dia sudah menulis buku Anatomi dan Astronomi. Pada usia 9 tahun sudah membuat seminar Jasad 4 Dimensi di Universitas Harvard, dan dia dapat menguasai 200 bahasa di dunia. Seandainya ada guru yang sanggup mengajarkan James William Sidis, dia dapat mempelajari satu bahasa setiap hari. Tidak heran pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Harvard, namun sayang sampai pada akhir hanyatnya dia tidak pernah mendapat gelar apapun dari Universitas tersebut, alias tidak berhasil.
Ada seorang bocah berusia empat tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya serta membawa sepucuk surat dari gurunya. Setelah ibunya membaca isi surat itu ibunya terhenyak, mengapa? Di dalam surat itu dituliskan : " Tommy, anak ibu, sangat bodoh, kami mohon supaya ibu menariknya dari sekolah." Ibu itu adalah Nancy Matthews Edison yang dengan gigih mengajar sendiri anaknya Thomas Alva Edison di rumah karena sudah dikeluarkan dari sekolah. Edison yang sangat bodoh ini belajar rata-rata sekitar 18 jam setiap hari, dia belajar dan belajar. Pada suatu hari dia melihat seekor ayam mengeram dan kemudian telur yang dierami ini menetas. Kemudian dia mengambil telur, lalu dia mengeram seperti ayam di rumahnya, jika ayam bisa menetaskan telur mengapa dia tidak bisa. Pada waktu dia sedang mengeram ibunya memanggilnya tetapi dia tidak mau menjawab, akhirnya ibunya berjalan serta memanggilnya dan didapati bahwa Thomas sedang mengeram telur. Kemudian sewaktu dia mengamati bahwa balon yang diisi dengan gas bisa terbang, Thomas memanggil seorang temannya lalu dia larutkan gas kedalam gelas dan temannya disuruh untuk meminumnya karena bilamana gas itu sudah ada di dalam perut temannya maka temannya itu akan bisa terbang ke udara. Hasil, gantinya terbang, temannya ini berbaring kesakitan karena perutnya sudah diisi dengan gas. Thomas yang sangat bodoh ini terus belajar dan belajar sering tertidur berbantalkan buku, sering lupa dan terlambat makan karena belajar. Pada waktu pernikahannya yang sudah dinanti-nantikannya tiba , semua tamu undangan sudah datang, pendeta yang memberkati juga sudah hadir, pangantin wanita juga sudah siap dengan pakaian kebesarannya. Namun orangtua Thomas Alva Edison dan keluarganya serta khalayak ramai menjadi gusar, mengapa? Karena pengantin laki-laki menghilang, tidak kelihatan. Semua mereka mencari-cari dimana gerangan Thomas Alva Edison bersembunyi, dan akhirnya didapati bahwa Thomas Alva Edison bukan bersembunyi atau melarikan diri tetapi dia sedang asik belajar di dalam laboratoriumnya, lupa kawin karena konsentrasi belajar dan belajar. Bolehkah anda tunjukkan sekarang ini, adakah orang lupa pacaran, lupa bermain bola, dan lupa makan karena asik belajar di rumah atau perpustakaan?
Thomas Alva Edison berkata: " Genius is 2% and Perspiration is 98%." Artinya penentu kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh IQ yang tinggi karena tingkat kecerdasan hanya 2% sedangkan yang 98 % adalah usaha atau kerja keras. Belum ada orang seperti Thomas Alva Edison di mana dia mempunyai hak paten atas penemuannya sebanyak 1097. Belum ada para ilmuwan dunia sampai sekarang ini yang memiliki ribuan hak paten atas penemuannya seperti yang dimiliki oleh Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison harus membuat percobaan sampai ribuan kali baru berhasil menciptakan bola lampu listrik yang kita miliki sekarang ini. "Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." ( Ulangan 6 : 7 ).
" Every youth should be taught the necessity and power of application. Upon this, far more than upon genius or talent, does success depend. Without application the most brilliant talents avail little, while with rightly directed effort persons of very ordinary natural abilities have accomplished wonders." ( Education p 232 ). Terjemahannya : "Setiap orang muda tidak terkecuali, harus diajarkan perlunya penerapan dan kemampuan menerapkan apa yang dipelajari. Di atas inilah tergantung kesuksesan yang melebihi kecerdasan luar biasa dan bakat. Tanpa penerapan bakat-bakat yang berillian kurang membawa hasil, sementara orang yang sangat sederhana sekalipun alias IQ rendah bilamana diarahkan dengan benar akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa."
Adam Khoo adalah warga negara Singapura. Dia dikenal sebagai anak bodoh, sehingga waktu dia duduk dikelas IV SD dia dikeluarkan dari sekolahnya, akhirnya dia masuk ke sekolah SD terburuk di Singapura. Ketika masuk ke SMP dia ditolak oleh enam SMP terbaik di Singapura, akhirnya masuk di SMP terburuk di sana. Singkat cerita pada umur 15 tahun dia sudah mulai berbisnis seperti bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional dimana kliennya adalah para manager dan top mananger perusahaan-perusahaan di Singapura, dia mendapat bayaran US $ 10,000 atau setara dengan Rp 100,000,000 per jam. Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dari orang-orang yang kelihatan bodoh di sekolah, namun sanggup membuat perkara-perkara ajaib di mata masyarakat. Kelihatannya sekolah-sekolah atau orang yang ada kaitan dengan sekolah tidak boleh melarang orang yang tingkat kecerdasannya kurang untuk dididik di sekolah tersebut. Seperti sekarang ini lembaga atau pemerintah berlomba membuat sekolah-sekolah unggulan dengan biaya tinggi dan orang yang masuk ke sekolah tersebut adalah orang-orang yang tinggi Indeks prestasinya. Kalau yang diterima di satu sekolah adalah orang-orang yang tinggi nilainya 9 ke atas, kemanakah anan-anak yang nilainya rendah? Jangan lupa, the ordinary man do great things since the intelligent ones no, artinya tidak selamanya orang yang tinggi IQ menjadi orang hebat dan berguna bagi bangsa dan negara, orang-orang yang kurang inteligensinya bisa berbuat lebih hebat dari orang-orang yang tinggi kecerdasannya.
Pengkhotbah 9 : 10 berkata: " Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."
Diambil dari :http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1839:orang-biasa-yang-luar-biasa&catid=34:renungan&Itemid=61
( Penulis adalah sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara - Pematangsiantar (2007-sekarang). Menikah dengan Ibu. T. Marpaung, dan dikarunai empat orang anak, yaitu: Franky Malau, Susan Julia Malau, Ketty Luciana Malau, Mervin Malau )
Percakapan sehari-hari sering kita mendengar kata-kata biasa dan luar biasa. Kedua kata biasa dan luar biasa adalah kata-kata yang mudah diucapkan oleh siapa sajapun. Kata yang kita bahas dalam bahasa Inggeris disebut very ordinary people artinya orang yang tidak begitu menonjol dalam kecerdasannya atau disebut orang yang tingkat intelijensinya kurang dalam istilah sekarang IQ-nya rendah. Kemudian orang yang luar biasa adalah orang-orang yang tingkat intelijensinya menakjubkan dengan kata lain IQ-nya tinggi. Ada seorang anak namanya Akrit Jaswal dari India pada umur tujuh tahun sudah menjadi dokter bedah, dia mempunyai IQ 146.
Pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Punjab, mahasiswa yang paling muda dalam sejarah India Dia adalah seorang anak yang dianggap manusia paling genius di India saat ini. Pada umur 5 tahun dia sudah membaca banyak buku termasuk buku-buku kedokteran ayahnya sendiri, tidak heran pada umur 7 tahun dia berhasil menjadi dokter bedah yang sukses.
Kembali kepada kata orang biasa dan orang yang luar biasa, bilamana orang biasa melakukan perkara atau hal-hal yang biasa dan orang-orang luar biasa melakukan perkara-perkara yang luar biasa ini adalah hal yang biasa. Namun apabila orang yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa mampu membuat perkara-perkara yang luar biasa adalah merupakan sesuatu yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikagumi. Mungkinkah orang yang tingkat kecerdasannya biasa atau IQ-nya biasa dapat mengukir prestasi yang gemilang? Apakah prestasi seseorang ditentukan oleh tingkat inteljensi yang dimiliki?
Apakah sampai hari ini masih relevan peribahasa yang berkata: " Rajin pangkal pandai?" Setelah melakukan observasi terhadap anak-anak atau orang jenius, didapati bahwa William James Sidis (keturunan Yahudi) anak dari Boris Sidis, dosen Universitas Harvard adalah satu-satunya anak yang paling pintar atau paling jenius di muka bumi sampai pada saat ini, mengapa? Menurut penelitian, dia mempunyai IQ diantara 250 – 300. Pada umur 8 bulan dia sudah bisa makan pakai sendok, umur 18 bulan sudah biasa membaca buku, dan pada usia 8 tahun dia sudah menulis buku Anatomi dan Astronomi. Pada usia 9 tahun sudah membuat seminar Jasad 4 Dimensi di Universitas Harvard, dan dia dapat menguasai 200 bahasa di dunia. Seandainya ada guru yang sanggup mengajarkan James William Sidis, dia dapat mempelajari satu bahasa setiap hari. Tidak heran pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Harvard, namun sayang sampai pada akhir hanyatnya dia tidak pernah mendapat gelar apapun dari Universitas tersebut, alias tidak berhasil.
Ada seorang bocah berusia empat tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya serta membawa sepucuk surat dari gurunya. Setelah ibunya membaca isi surat itu ibunya terhenyak, mengapa? Di dalam surat itu dituliskan : " Tommy, anak ibu, sangat bodoh, kami mohon supaya ibu menariknya dari sekolah." Ibu itu adalah Nancy Matthews Edison yang dengan gigih mengajar sendiri anaknya Thomas Alva Edison di rumah karena sudah dikeluarkan dari sekolah. Edison yang sangat bodoh ini belajar rata-rata sekitar 18 jam setiap hari, dia belajar dan belajar. Pada suatu hari dia melihat seekor ayam mengeram dan kemudian telur yang dierami ini menetas. Kemudian dia mengambil telur, lalu dia mengeram seperti ayam di rumahnya, jika ayam bisa menetaskan telur mengapa dia tidak bisa. Pada waktu dia sedang mengeram ibunya memanggilnya tetapi dia tidak mau menjawab, akhirnya ibunya berjalan serta memanggilnya dan didapati bahwa Thomas sedang mengeram telur. Kemudian sewaktu dia mengamati bahwa balon yang diisi dengan gas bisa terbang, Thomas memanggil seorang temannya lalu dia larutkan gas kedalam gelas dan temannya disuruh untuk meminumnya karena bilamana gas itu sudah ada di dalam perut temannya maka temannya itu akan bisa terbang ke udara. Hasil, gantinya terbang, temannya ini berbaring kesakitan karena perutnya sudah diisi dengan gas. Thomas yang sangat bodoh ini terus belajar dan belajar sering tertidur berbantalkan buku, sering lupa dan terlambat makan karena belajar. Pada waktu pernikahannya yang sudah dinanti-nantikannya tiba , semua tamu undangan sudah datang, pendeta yang memberkati juga sudah hadir, pangantin wanita juga sudah siap dengan pakaian kebesarannya. Namun orangtua Thomas Alva Edison dan keluarganya serta khalayak ramai menjadi gusar, mengapa? Karena pengantin laki-laki menghilang, tidak kelihatan. Semua mereka mencari-cari dimana gerangan Thomas Alva Edison bersembunyi, dan akhirnya didapati bahwa Thomas Alva Edison bukan bersembunyi atau melarikan diri tetapi dia sedang asik belajar di dalam laboratoriumnya, lupa kawin karena konsentrasi belajar dan belajar. Bolehkah anda tunjukkan sekarang ini, adakah orang lupa pacaran, lupa bermain bola, dan lupa makan karena asik belajar di rumah atau perpustakaan?
Thomas Alva Edison berkata: " Genius is 2% and Perspiration is 98%." Artinya penentu kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh IQ yang tinggi karena tingkat kecerdasan hanya 2% sedangkan yang 98 % adalah usaha atau kerja keras. Belum ada orang seperti Thomas Alva Edison di mana dia mempunyai hak paten atas penemuannya sebanyak 1097. Belum ada para ilmuwan dunia sampai sekarang ini yang memiliki ribuan hak paten atas penemuannya seperti yang dimiliki oleh Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison harus membuat percobaan sampai ribuan kali baru berhasil menciptakan bola lampu listrik yang kita miliki sekarang ini. "Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." ( Ulangan 6 : 7 ).
" Every youth should be taught the necessity and power of application. Upon this, far more than upon genius or talent, does success depend. Without application the most brilliant talents avail little, while with rightly directed effort persons of very ordinary natural abilities have accomplished wonders." ( Education p 232 ). Terjemahannya : "Setiap orang muda tidak terkecuali, harus diajarkan perlunya penerapan dan kemampuan menerapkan apa yang dipelajari. Di atas inilah tergantung kesuksesan yang melebihi kecerdasan luar biasa dan bakat. Tanpa penerapan bakat-bakat yang berillian kurang membawa hasil, sementara orang yang sangat sederhana sekalipun alias IQ rendah bilamana diarahkan dengan benar akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa."
Adam Khoo adalah warga negara Singapura. Dia dikenal sebagai anak bodoh, sehingga waktu dia duduk dikelas IV SD dia dikeluarkan dari sekolahnya, akhirnya dia masuk ke sekolah SD terburuk di Singapura. Ketika masuk ke SMP dia ditolak oleh enam SMP terbaik di Singapura, akhirnya masuk di SMP terburuk di sana. Singkat cerita pada umur 15 tahun dia sudah mulai berbisnis seperti bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional dimana kliennya adalah para manager dan top mananger perusahaan-perusahaan di Singapura, dia mendapat bayaran US $ 10,000 atau setara dengan Rp 100,000,000 per jam. Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dari orang-orang yang kelihatan bodoh di sekolah, namun sanggup membuat perkara-perkara ajaib di mata masyarakat. Kelihatannya sekolah-sekolah atau orang yang ada kaitan dengan sekolah tidak boleh melarang orang yang tingkat kecerdasannya kurang untuk dididik di sekolah tersebut. Seperti sekarang ini lembaga atau pemerintah berlomba membuat sekolah-sekolah unggulan dengan biaya tinggi dan orang yang masuk ke sekolah tersebut adalah orang-orang yang tinggi Indeks prestasinya. Kalau yang diterima di satu sekolah adalah orang-orang yang tinggi nilainya 9 ke atas, kemanakah anan-anak yang nilainya rendah? Jangan lupa, the ordinary man do great things since the intelligent ones no, artinya tidak selamanya orang yang tinggi IQ menjadi orang hebat dan berguna bagi bangsa dan negara, orang-orang yang kurang inteligensinya bisa berbuat lebih hebat dari orang-orang yang tinggi kecerdasannya.
Pengkhotbah 9 : 10 berkata: " Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."
Diambil dari :http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1839:orang-biasa-yang-luar-biasa&catid=34:renungan&Itemid=61
( Penulis adalah sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara - Pematangsiantar (2007-sekarang). Menikah dengan Ibu. T. Marpaung, dan dikarunai empat orang anak, yaitu: Franky Malau, Susan Julia Malau, Ketty Luciana Malau, Mervin Malau )
Senin, 05 April 2010
ರೆನುನ್ಗನ್ HIDUP
Pohon Apel
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.
Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel..
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.
Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel..
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
