Kamis, 02 Desember 2010

BAHAYA KESUKSESAN

(Yos. 23:1-16)

Kemenangan kemarin tidak memberikan jaminan kesuksesan besok. Kemenangan Napoleon yang terus-menerus akhirnya dihentikan di Waterloo; kesuksesan Hitler menyerang ke Timur dihentikan di Stalingrad; para juara olahraga tahu betul kemenangan yang bertubi-tubi akan ada akhirnya; bahkan salesman paling sukses pun tahu suatu hari dia tidak bisa menjual produknya sama sekali.

Sering kali suasana kemenangan bertubi-tubi memberikan kontribusi kepada faktor yang menuntun kepada kekalahan. Kepercayaan diri sepantasnya telah berkembang menjadi kesombongan, penghargaan yang sehat atas jabatan mengeras menjadi perpecahan dan persiapan yang hati-hati berbalik menjadi sikap tidak peduli dan sembarangan.

Yosua, Jendral yang sedang naik daun, tahu akan hal ini. Pasukannya sudah merasakan kehebatan akan kemenangan yang cukup panjang. Itu sebabnya di akhir hidupnya, Yosua mengingatkan para pemimpin Israel, “Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa besar dan kuat dari depanmu…” (23:9). Bahkan lebih jelas disebutkan di ayat 10, “…TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu…”.

Sepertinya tidak masuk akal bahwa kemenangan Israel yang begitu spektakuler tidak membuat mereka sadar bahwa semuanya itu merupakan pekerjaan Tuhan, membuat mereka tidak bergantung kepada kuasa ilahi di dalam kehidupan mereka.

Memang tentara yang penuh kemenangan dapat menjadi tidak hati-hati dan tim yang selalu menang lupa akan siapa yang membawa mereka kepada kesuksesan, tidak terkecuali Israel. Itu sebabnya Yosua menekankan, “..demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.” (23:11).

Kemenangan suatu pertempuran adalah satu hal tetapi menjaga kedamaian sama sekali merupakan hal lain. Sekalipun demikian prinsip untuk percaya, taat, dan mengasihi Tuhan berlaku bagi dua-duanya.

Pandangan Yosua yang jauh ke depan tentang kemenangan Israel membuat mereka tersungkur. Yoshua sadar bahwa masih ada musuh yang belum dikalahkan di antara mereka yang sangat ingin melihat kemenangan Israel berakhir. Dia mengingatkan kemungkinan yang tidak terpikirkan yaitu, “…mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu,…” (23:13).

Yosua tidak meramalkan bahwa kemenangan tentara Israel akan mendadak menjadi ketidakmampuan atau para pemimpin yang begitu berpengalaman secara misterius kehilangan kemampuan strateginya. Sebenarnya dia ingin mengatakan sesuatu yang jauh lebih serius. Dia melihat jika para tentara meninggalkan Tuhan dan menjadi begitu yakin akan diri sendiri yang membuat mereka tidak lagi mengasihi dan menghormati TUHAN, mereka sebenarnya mulai berkompromi dan terperosok ke dalam ketidaktaatan yang menuju kepada kehancuran. Tanpa disadari kemenangan yang mereka raih ‘kemarin’ menjadi kekalahan esoknya.

Itu sebabnya mengertilah akan bahaya kesuksesan yang membawa kehancuran.

diambil dari: http://us.mc767.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=1&.tm=1291336229&.rand=fp633kebnkjeq#_pg=showMessage&sMid=0&pSize=25&fid=%2540B%2540Bulk&mid=1_15050_10769_AFF7bHwAASM2TPhEig06LgMC8U8&sort=date&order=down&enc=auto&filterBy=&.rand=1924261486&startMid=0&fromId=fbmessage+iuwwh75d@facebookmail.com&clean&.jsrand=4468054

Rabu, 20 Oktober 2010

ALLAH DAPAT MEMPERBAIKI CARA PANDANG ANDA

Nabi Elisa dan pelayannya: keduanya saat itu sedang berada di Dotan ketika seorang raja yang sedang marah mengirim pasukannya untuk membunuh mereka.
2 Raja-raja 6:15-17.
Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi keluar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada disekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”
Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”
Lalu berdoalah Elisa: “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.”
Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Dengan kuasa Allah, bujang itu dapat melihat para malaikat.
Siapa yang berani mengatakan kepada Anda hal ini tidak mungkin terjadi kepada Anda?
Allah tidak pernah berjanji untuk melepaskan kita dari pergumulan kita. Namun, DIA berjanji untuk membantu kita mengubah cara kita memandang pergumulan itu.

Rasul Paulus menulis sebuah paragraph untuk mendata isi dari suatu kantong sampah: kekacauan, masalah, penderitaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, dan ancaman kematian. Mereka adalah sumber sampah yang ingin kita hindari. Tetapi, Paulus menguraikan kebaikan-kebaikan didalamnya. “Tetapi didalam semuanya ini kita lebih daripada orang-orang yang menang didalam Tuhan” (Roma 8:35-37NCV).
Kita mungkin memilih kata depan lain. Kita dapat memilih “dilepaskan dari semuanya ini”, atau “dijauhkan dari semuanya ini”, atau bahkan “tanpa semuanya ini”.
Tetapi, Paulus berkata, “didalam” semuanya ini.
Solusi yang terbaik bukanlah menghidari permasalahan, melainkan mengubah cara pandang kita terhadap permasalahan. Allah dapat mengubah cara pandang Anda.
Dia bertanya: “Siapakah yang membuat orang melihat?” dan jawabnya, “Itu Aku Tuhan” (Keluaran 4:11NCV).
Allah mengijinkan Beleam melihat malaikat, Elisa melihat tentara sorga, Yakub melihat tangga sorga, dan saulus melihat Sang Penebus.
Banyak orang telah membuat permintaan seperti seorang yang buta, “Guru, aku ingin dapat melihat” (Markus 10:51 NCV). Dan,ada banyak orang yang telah berjalan dengan tujuan yang benar. Siapa yang berani berkata bahwa Allah tidak akan melakukannya untuk Anda?

Tuhan Yesus memberkati Anda.
(Max Lucado dalam buku Just Like Jesus)


diambil dari : Manna Roti Surgawi

Kamis, 07 Oktober 2010

Sebuah kisah teladan dari negeri China

Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya satu memaafkan , sehingga kedamaian ada pada hidup kita , jaman dulu sdh biasa ortu bertindak seperti itu , banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan pendidikan yg rendah. Moga 2 tulisan dibawah ini membawa kita semua , terutama yg mengalami hal 2 buruk, setelah membaca ini ada damai dalam hidup kita, Amin.
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China. Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagaitukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit. Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik. Aku Mau Mama Kembali. Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya… ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan…. bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya

Diambil dari : Manna Roti Surgawi

Senin, 23 Agustus 2010

Metode Belajar Matematika: Cara Menguasai Rumus Cepat Matematika

“Bagaimana cara belajar matematika yang benar?”
“Belajar matematika adalah belajar hidup”

Trachtenberg mempertaruhkan jiwanya menentang Hitler. Trachtenberg, setelah menyelami prinsip-prinsip matematika, menyimpulkan bahwa prinsip kehidupan adalah keharmonisan. Peperangan yang terus berkobar, menyulut kebencian tidak sesuai dengan prinsip-prinsip matematika. Matematika adalah keindahan.

Atas penentangannya ini, Hitler menghadiahi Trachtenberg hukuman penjara. Bagi Trachtenberg, perjara bukan apa-apa. Di dalam penjara, dia justru memiliki kesempatan memikirkan matematika tanpa banyak gangguan. Karena sulit mendapatkan alat tulis-menulis, Trachtenberg mengembangkan pendekatan matematika yang berbasis mental-imajinasi.

Sehebat itukah peran matematika?
Haruskah kita mengambil matematika sebagai jalan hidup?

Tidak selalu! Tidak semua orang perlu mengambil matematika sebagai jalan hidup. Tidak harus semua orang meniru Trachtenberg.

Beberapa orang belajar matematika hanya untuk kesenangan. Beberapa orang yang lain belajar karena kewajiban. Ada pula yang belajar matematika agar naik jabatan. Ada juga agar lulus UN, SPMB, UMPTN. Ada juga untuk menjadi juara.

Masing-masing tujuan, berimplikasi kepada cara belajar matematika yang berbeda. Misalnya bila Anda belajar matematika untuk kepentingan lulus UN, SPMB, UMPTN 2008 akan berbeda dengan belajar untuk memenangkan olimpiade matematika.

Matematika UN, SPMB, UMPTN 2008 hanya menerapkan soal pilihan ganda. Implikasinya Anda hanya dinilai dari jawaban akhir Anda. Proses Anda menemukan jawaban itu tidak penting. Jadi Anda harus memilih siasat yang cepat dan tepat.

Gunakan berbagai macam rumus cepat dalam matematika. Rumus cepat ampuh Anda gunakan untuk UN, SPMB, UMPTN. Tetapi rumus cepat matematika tidak akan berguna untuk olimpiade atau kuliah kalkulus kelak di perguruan tinggi. Anda harus sadar itu.

Contoh rumus cepat matematika yang sering (hampir selalu) berguna ketika UN, SPMB, UMPTN adalah rumus tentang deret aritmetika.

Contoh soal:
Jumlah n suku pertama dari suatu deret adalah Sn = 3n^2 + n. Maka suku ke-11 dari deret tersebut adalah…

Tentu ada banyak cara untuk menyelesaikan soal ini.

Cara pertama, tentukan dulu rumus Un kemudian hitung U11. Cara ini cukup panjang. Tetapi bagus Anda coba untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman konsep deret. Rumus Un dapat kita peroleh dari selisih Sn – S(n-1) .

Cara kedua, sedikit lebih cerdik dari cara pertama. Kita tidak perlu menentukan rumus Un. Karena kita memang tidak ditanya rumus tersebut. Kita langsung menghitung U11 dengan cara menghitung selisih
S11 – S10 = U11
[3(11^2) + 11] – [3(10^2) + 10]
= 3.121 – 3.100 + 11 – 10
= 3.21 + 1
= 64

Cara ketiga, adalah rumus matematika paling cepat dari kedua rumus di atas. Tetapi sebelum menerapkan cara ketiga, kita harus memahami konsepnya terlebih dahulu dengan baik.

Are you ready?
Bentuk baku dari n suku pertama deret aritmetika adalah
Sn = (b/2)n^2 + k.n
Un = b(n-1) + a
a = S1 = U1

Anda harus pahami konsep di atas dengan baik. Cobalah untuk beberapa soal yang berbeda-beda. Tanpa pemahaman konsep yang baik, rumus cepat ini akan berubah menjadi rumus berat.

Dengan hanya melihat soal (tanpa menghitung di kertas) bahwa
Sn = 3n^2 + n

Kita peroleh
b = 6 (dari 3 x 2)
a = 4 (dari S1 = 3 + 1)

U11 = 6.10 + 4 = 64 (Selesai)

Semua perhitungan di atas dapat kita lakukan tanpa menggunakan alat tulis. Semua kita lakukan hanya dalam imajinasi kita. Ulangi beberapa kali. Anda pasti akan menguasainya dengan baik.

Trik untuk menguasai rumus cepat matematika adalah kuasai pula rumus standarnya – rumus biasanya. Dengan menguasai dua cara ini Anda akan semakin terampil menggunakan rumus cepat matematika.

Bagaimana pendapat Anda?

disadur dari : http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/14/metode-belajar-matematika-cara-menguasai-rumus-cepat-matematika/

Rumus Cepat Matematika untuk Anak dan Remaja: Cara Menemukan dan Memanfaatkan Rumus Cepat

Buku Polya memberikan ilustrasi yang menarik tentang metode matematika. Sukses Polya tidak lepas dari pengalamannya mengajarkan matematika puluhan tahun termasuk di Stanford University. Saya tertarik dengan empat langkah yang disarankan Polya dalam memecahkan problem matematika. Empat langkah ini dapat kita gunakan untuk anak-anak mulai usia TK sampai remaja yang hendak menempuh UN, SPMB, UMPTN 2008. Semoga banyak membantu.

Langkah pertama. Pemahaman masalah. Kita harus benar-benar memahami masalah yang kita hadapi. Apa yang ingin kita dapatkan? Apa saja yang tidak kita ketahui? Apa saja data yang tersedia? Kondisi-kondisi apa yang dipersyaratkan?

Contoh soal:

1. Hitunglah 12 x 13 = …

Sepertinya, masalah ini sudah jelas. Memang masalah ini sudah jelas bagi anak SMA yang akan SPMB dan UMPTN. Tetapi jika kita akan mengajarkan kepada anak usia TK atau awal SD, banyak hal yang harus kita pertimbangkan. Apakah anak kita sudah paham bahwa 12 adalah dua belas bukan 1 + 2? Apakah anak kita sudah paham maksud operasi perkalian? Apakah anak kita sudah berminat mempelajari masalah itu?

Langkah kedua. Susun rencana. Temukan hubungan antara masalah dengan data atau sebaliknya. Apakah Anda dapat menemukan hubungan yang jelas antara keduanya? Perhatikan data, perhatikan pertanyaan. Apakah Anda pernah menemukan masalah yang mirip sebelumnya?

Bagi anak SMA, 12 x 13 = ….sudah sering ia lihat. Kita langsung dapat mengerjakan soal itu. Kalikan seperti biasa kita mengalikan. Adakah cara lain? Mengapa tidak mencoba menemukan alternatif?

Bagi anak-anak kecil, apakah ia sudah mengenal perkalian bilangan 2 digit dengan 2 digit? Apakah ia sudah mengenal perkalian bilangan 2 digit dengan 1 digit? Dapatkah kita mengajarkannya secara bertahap?

Langkah ketiga. Laksanakan rencana. Periksa tahap demi tahap. Apakah setiap tahapnya benar? Dapatkah Anda membuktikan kebenaran itu? Adakah tahap-tahap ini dapat dilihat dengan mudah?

Bagi anak SMA, 12 x 13 =… biasa dihitung dengan menulis bersusun ke bawah:

12
13x

36
120+
=156

Apakah Anda yakin setiap langkah di atas adalah benar? Mengapa?

Bagi anak TK atau awal SD, bergantung kemampuan siswa. Jika anak sudah mengenal perkalian 2 digit kali 2 digit dapat dikerjakan dengan cara di atas. Tetapi bila anak baru mengenal perkalian 2 digit kali satu digit, kita dapat berangkat dari sini.

12 x 13 =…

12 x (10 + 3) =…

(12 x 10) + (12 x 3) =…

Awas hati-hati! Jangan Anda suruh anak Anda melakukan perhitungan di atas! Perhitungan di atas hanya untuk kita, orang dewasa. Anak-anak cukup Anda minta untuk menghitung

12 x 10 = …

Yakinkan bahwa perkalian dengan 10 adalah mudah. Hanya menambahkan 0 di belakangnya. Jadi 12 ditambahkan angka 0 di belakangnya.12 x 10 = 120.

Cobalah, anak Anda akan menyukainya.

Kemudian minta anak Anda menghitung

12 x 3 = 36

Mestinya anak Anda sudah dapat mengalikan 12 dengan 3. Jika belum, Anda dapat melatihnya sekarang. Di APIQ, kami memainkan Onde Milenium untuk mengajarkan konsep perkalian semacam ini. Anak-anak sangat menyukai Onde Milenium.

Setelah itu minta anak menjumlahkan 120 + 36 = ….

Kita peroleh 120 + 36 = 156.

Ini adalah jawaban akhir yang diinginkan. Lakukan latihan dengan beberapa angka yang berbeda. Tetap jaga suasana ceria dalam belajar. Setelah anak lancar dengan cara di atas, perkenalkan cara perkalian bersusun ke bawah seperti anak SMA. Anak-anak Anda akan menyukainya.

Yang menarik dari metode Polya adalah masih ada langkah keempat. Meski pun kita sudah memperoleh solusi pada langkah ketiga. Menurut saya, yang terpeting adalah langkah keempat. Langkah keempat inilah yang menghasilkan banyak rumus-rumus cepat matematika untuk UN, SPMB, dan UMPTN. Langkah keempat juga sangat penting bagi pembelajaran anak-anak kecil.

Langkah keempat. Perhatikan kembali seluruhnya. Bagaimana Anda dapat memperoleh jawaban tersebut? Apakah Anda dapat menguji jawaban tersebut? Dapatkah Anda menguji argumen? Dapatkah Anda memperoleh hasil dengan cara yang berbeda? Dapatkah Anda melihat hanya sekilas? Dapatkah Anda menggunakan cara atau hasil ini untuk masalah lain?

Baik, untuk contoh 12 x 13 = … dapatkah kita mendapatkan solusi degan cara berbeda?

Tambahkan 12 + 3 = 15 kemudian kalikan 2 x 3 = 6

Kita peroleh 156. (Selesai)

Contoh lain: 12 x 14 = …. Tambahkan 12 + 4 = 16 kemudian kalikan 2 x 4 = 8

Kita peroleh 168. (Selesai)

Contoh lain: 11 x 15 = … Tambahkan 11 + 5 = 16 kemudian kalikan 1 x 5 = 5

Kita peroleh 165. (Selesai).

Untuk anak-anak yang akan UN, SPMB, UMPTN 2008 ada sekedar contoh rumus cepat berikut. Gunakan pertanyaan: apakah Anda dapat menguji jawaban tersebut? Soal-soal UN, SPMB, dan UMPTN 2008 berupa pilihan ganda. Jadi kita bisa menguji jawaban-jawaban yang tersedia.

Contoh soal:

Persamaan garis yang sejajar dengan 3x – 4y + 5 = 0 dan melalui titik (2,1) adalah…

A. 3x + 4y – 10 = 0

B. 3x – 4y – 2 = 0

C. 4x + 3y – 11 = 0

D. 4x – 3y – 10 = 0

E. x + y – 2 = 0

Dengan menguji jawaban saja, bahwa garis yang sejajar memiliki gradien yang sama, maka kita peroleh jawabannya adalah B. Selain pilihan B adalah salah. (Selesai).

Agar lebih yakin, Anda dapat menguji dengan titik (2,1):3(2) – 4(1) – 2 = 0 adalah benar.

Bagaimana pendapat Anda?

diambil dari : http://apiqquantum.wordpress.com/2008/03/15/rumus-cepat-matematika-untuk-anak-dan-remaja-cara-menemukan-dan-memanfaatkan-rumus-cepat/

“Skala Kebijaksanaan” Orangtua

Devi cemberut setelah dimarahi Papanya. Ia merasa sangat butuh Papanya untuk membantu.Tetapi malah diminta mengerjakan sendiri.

”Kalau tahu akhirnya toh diminta mengerjakan sendiri ngapain repot-repot menunggu Papa selesai. Huhhh menyebalkan! Papa menyebalkan!”, gerutunya dalam hati.

Sementara sang papa kembali melanjutkan aktivitasnya. Tetapi pikirannya tidak bisa fokus pada apa yang dikerjakannya. Ia pun tak tahu apa yang membuatnya punya perasaan seperti itu.

Siang berganti sore dan dengan cepat sore berganti malam. Seisi penghuni rumah Devi tertidur lelap. Tetapi Papa Devi tak bisa memejamkan mata secara sempurna.

Tiba-tiba ia mendengar suara halus dari dalam hatinya. Suara itu menegurnya dengan lemah lembut namun penuh ketegasan. ”Engkau marah dengan dirimu sendiri tapi engkau tumpahkan pada anakmu yang tak tahu apa-apa. Sebenarnya kemarahanmu pada Devi tak perlu terjadi. Engkau bingung bagaimana harus menghadapi Devi bukan? Selama ini engkau tak pernah punya waktu untuk memikirkan strategi mendidik dan mengelola anak-anakmu!”

Semalaman ia tidak dapat tidur nyenyak. Ia merasa telah berbuat banyak untuk anaknya. Ia sudah membiayai sekolah dan kursus Devi. Ia membelikan berbagai keperluannya, mengajaknya berlibur, menemaninya bermain, tapi sepertinya masih ada yang kurang. Seribu pertanyaan lagi masih menggantung di pikiran.

Apa yang dialami ayah Devi banyak dialami orangtua lain. Mereka semua tak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Semua pada bingung harus bagaimana. Ada banyak sekali tawaran tentang konsep pendidikan anak di luar sana. Semuanya laris manis. Mulai dari lagu yang bisa menstimulasi otak bayi sampai pendidikan super yang akan membuat anak kita menonjol dibanding anak lain. Dan semuanya dilatarbelakangi hasil penelitian ilmiah yang mutakhir.

Lalu apa jadinya? Orangtua menjadi terprovokasi dan laris manislah semuanya. Segala bisnis yang menyangkut anak, mulai dari keperluan bayi, mainan edukatif, buku bergambar, musik edukatif sampai sekolah berbahasa asing yang mempunyai berbagai fasilitas mentereng mulai bermunculan. Semuanya dikarenakan adanya permintaan pasar.

Lebih tepatnya semua dikarenakan banyaknya orangtua yang bingung bagaimana harus mendidik anaknya. Orangtua kebanyakan ingin semuanya cepat beres. Mereka tak sempat lagi berpikir mana yang esensial bagi anaknya. Ketika teori-teori hasil penelitian ilmiah disampaikan sebagai latar belakang suatu produk atau jasa maka mereka langsung terbuai.

Para orangtua sendiri tidak mempunyai pengetahuan yang cukup memadai untuk menilai produk yang ada di pasar. Mereka hanya menilai segala sesuatu dari seberapa cepat hasilnya tampak pada anak mereka. Jika itu memakan waktu lama, bertahun-tahun misalnya, maka mereka akan menganggap produk itu tidak bagus.

Orangtua disibukkan berburu produk yang bagus untuk anaknya. Mereka sibuk menilai berbagai produk dan jasa yang akan digunakan untuk anaknya. Waktu mereka habis untuk hal tersebut.

Orangtua tidak menyadari bahwa kemampuan mereka menilai produk dan jasa sebanding dengan dalamnya pengetahuan yang mereka miliki tentang psikologi tumbuh kembang anak beserta segala aspeknya. Jadi setiap orang pastilah mendapatkan manfaat dari segala macam produk tersebut tergantung dari seberapa dalam kita mengerti tentang produk tersebut. Kebanyak orangtua lupa untuk mengedukasi dirinya sendiri agar mampu memilih sesuatu yang baik bagi anaknya. Mereka kebanyakan hanya mengandalkan pengetahuan dari orangtua mereka. Atau informasi sepotong-sepotong dari majalah dan teman yang memilki kasus serupa.

Orangtua sibuk meminta anak-anaknya belajar segala sesuatu tetapi mereka sendiri lupa untuk belajar. Padahal wawasan luas yang dimiliki orangtua menentukan pendidikan dan pengasuhan seperti apa yang akan diterima anaknya.

Baiklah mari kita misalkan segala pengetahuan yang diperlukan untuk mendidik anak diberi skala dari satu sampai sepuluh. Sepuluh adalah skala terbaik. Orangtua yang memiliki pengetahuan mendidik anak di skala 4 akan memperlakukan anaknya dengan cara yang berbeda sama sekali dibanding orangtua yang memiliki skala 8.

Anak dengan orangtua skala 4 akan mengalami perlakuan yang berbeda dengan anak yang orangtuanya berskala 8. Di manakah skala anda ?

Banyak orangtua menanyakan, “Bagaimana caranya menilai kemampuan diri sendiri untuk menangani anak?”

Mudah sekali. Ada beberapa hal penting yang patut kita kuasai sebagai dasar untuk membimbing anak.

Inilah beberapa hal penting dan mendasar yang perlu dikuasai dengan mendalam agar bisa mendidik anak kita menjadi sukses dan bahagia :
• Mengenali diri sendiri dengan baik dan mampu mengelola emosi sendiri. Jika sebagai orangtua kita tidak mampu mengenali diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik bagaimana kita bisa mengerti dan memahami orang lain (anak kita)
• Memiliki persepsi yang benar tentang mendidik dan mengasuh anak. Persepsi yang benar bisa dicapai jika kita mengerti cara berpikir yang benar dan mempunyai pengetahuan luas tentang anak-anak
• Mengerti tentang mekanisme pikiran dan fungsi otak sehingga kita mampu mempertimbangkan setiap tindakan dan ucapan
• Mengerti bagaimana pikiran memroses informasi dan pengalaman serta dampaknya di masa depan anak
• Kemampuan berkomunikasi yang bagus sehingga mampu menyampaikan maksud baik kita kepada anak tanpa distorsi makna. Semua orangtua bermaksud baik terhadap anaknya tetapi seringkali anak memaknainya dengan salah karena cara komunikasi yang tidak tepat
• Mengenali tipe kepribadian anak sehingga mampu interaksi anak-orangtua berjalan dengan baik
• Mengenali tipe dan gaya belajar anak sehingga kita mampu mengarahkan anak mencapai prestasi opitmal di bidang akademis
• Mengerti setiap proses tumbuh kembang anak serta apa yang diperlukan di setiap proses
• Kemampuan membantu anak mengatasi trauma sederhana
• Kemampuan membantu anak mengatasi masalah emosional dan membantunya memiliki kontrol diri yang baik
• Kemampuan membantu anak mengembangkan disiplin yang sehat tanpa merusak harga dirinya

Itulah beberapa hal mendasar yang perlu dikuasai orangtua agar mampu mendidik anak untuk tumbuh menjadi manusia sukses dan bahagia. . Jika kita umpamakan bisa menguasai semua hal di atas maka kira-kira kita akan berada di skala 6 atau 7 sebagai orangtua yang baik. Karena ada berbagai hal lain yang penting tergantung dari situasi dan kondisi masing-masing. Ingatlah jika kita berada di skala 8 sebagai orangtua maka kita akan memandang segala hal tentang permasalahan anak dengan cara yang sama sekali berbeda dibanding jika kita berada di skala 3 atau 4 atau 5.

Di angka berapakah skala Anda sebagai orangtua? Kapankah Anda mau meningkatkan diri sebagai orangtua agar bisa menjadi yang terbaik demi anak Anda? Kita tak akan pernah tahu kapan kita akan menjadi sempurna sebagai orangtua bagi anak kita. “Skala kebijaksanaan” ini pun sebenarnya tak berujung, namun satu hal yang pasti bahwa jika kita lebih banyak belajar sehingga tahu lebih banyak maka kita memiliki kecenderungan besar mengambil keputusan yang tepat bagi anak-anak kita. Belajar dan mempraktekkan apa yang dipelajari adalah satu cara yang pasti untuk bisa meningkatkan kapasitas kita menjadi yang terbaik bagi anak-anak kita ……………………

diambil dari :http://www.sekolahorangtua.com/2008/05/12/skala-kebijaksanaan-orangtua/

Rabu, 02 Juni 2010

KEARIFAN EMAS

Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat diperlukan, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?"

Sang guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu. "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun sambil tetap tersenyum arif berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu bergegas pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya ‘para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar' yang menilai demikian. Namun tidak bagi ‘pedagang emas'."

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

Diambil dari : http://renungan-harian-kita.blogspot.com/search/label/Renungan%20tentang%20hikmat%20kebijaksanaan

BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” Kolose 4:1

Salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia adalah penghargaan. Entah itu orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, tinggal di kota , desa, bahkan yang di daerah terpencil sekali pun, semuanya ingin dihargai. Hubungan antar individu akan berjalan dengan baik dan harmonis apabila masing-masing pribadi saling menghargai: ada pihak yang memberi penghargaan dan ada yang menerima penghargaan.

Semua orang pasti berusaha memperoleh penghargaan dari orang lain; apa pun caranya pasti akan ditempuh. Namun dalam hal memberikan penghargaan kepada orang lain, tidak semua orang mau melakukannya. Contoh nyata adalah hubungan antara tuan dengan hamba, atasan terhadap bawahan. Seorang tuan/atasan selalu ingin dihargai dan dihormati, tetapi belum tentu mau memberikan penghargaan kepada bawahan atau hambanya meskipun mereka sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik. Bukankah ini seringkali terjadi di sekitar kita? Seorang tuan/atasan bertindak semena-mena terhadap bawahannya, bahkan cenderung memandang rendah. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, ”Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu;” (ayat 1a), jangan hanya menuntut penghargaan dari bawahan.

Belajarlah untuk memberi penghargaan dan pujian untuk setiap jerih lelah bawahan kita! Memberi penghargaan kepada bawahan akan memacu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebaliknya bila tuan/atasan hanya mencerca, memaki, merendahkan dan menekan bawahannya, hal itu akan menurunkan semangat dan motivasi kerja. Apalagi para tuan/atasan yang notabene adalah seorang percaya (Kristen), haruslah memberi teladan yang baik dan menjadi kesaksian bagi bawahan kita, bukan malah jadi batu sandungan! Tuhan Yesus sendiri yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan ”...datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).

Tuhan menghendaki agar kita saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat (baca Roma 12:10).

Diambil dari : http://renungan-harian-kita.blogspot.com/search/label/Renungan%20tentang%20hikmat%20kebijaksanaan

Rabu, 26 Mei 2010

LAMPU MERAH

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.
“Prit!” Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing. Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya. “Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!” “Hai, Jack.” Tanpa senyum. “Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.” “Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu. Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.” “Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.” O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi. “Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” … Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan. “Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.” Dengan ketus Jack menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya.
Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya. Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.
Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob. “Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bob).”
Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan. Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Diambil dari : http://lenterahati.web.id/menerobos-lampu-merah.html#more-58

Kamis, 29 April 2010

MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.

Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.

Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta

Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.

Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.

Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …

Diambil dari : http://www.krenungan.org/wordpress/?p=449

SOSOK SEORANG AYAH

Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!

Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

Peace

Diambil dari : http://www.krenungan.org/wordpress/

Kenakalan Remaja

Definisi : Perbuatan-perbuatan tercela dari remaja yang tidak mudah dihentikan dan terus bertumbuh sehingga akhirnya dapat menjadi kejahatan yang professional.
PENYEBAB TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA :
A.Faktor dari pribadi anak itu sendiri
manusia cenderung menyukai dosa (Yohanes 3:19)
Masa puber / persimpangan jalan (proses dalam mencari jati diri) (Amsal 14:12)
B.Faktor dari orang tua
Kurang pendidikan dari orangtua (Amsal 22:6,15; 19:18; 22:13-14; 13:24).
Kurang komunikasi antara orangtua dan anak (I Timotius 3:4).
Broken Home (Rumahtangga yang berantakan).
Orangtua yang suka memanipulasi anak (Efesus 6:4).
Orangtua yang tidak / kurang percaya pada anaknya, selalu ikut mengatur dan mengambil keputusan bagi anaknya.
Orangtua yang absen, sibuk bekerja atau telah meninggal dunia.
Anak-anak korban aborsi yang tetap lahir, baik itu sehat maupun cacat.
Pernah dititipkan oleh orangtua pada kerabat atau panti asuhan, lalu si anak merasa diabaikan.
C. Faktor dari lingkungan
Pergaulan yang buruk, entah itu dengan seorang pribadi atau kelompok maupun media (TV, radio, film-film, majalah, dst).
Tekanan dari sebaya.
TINGKAT KENAKALAN REMAJA
Fase 1 : Kenakalan di dalam rumah, yang merasa terganggu seputar penghuni rumah.
Fase 2 : kenakalan di luar rumah, mengganggu tetangga, sekolah dan dimana saja ia berada.
Fase 3 : Berurusan dengan yang berwajib atau berwenang, berurusan dengan wali kelas, kepala sekolah, ketua RT/RW bahkan polisi. Kenakalan yang mengganggu ketentraman masyarakat.
Fase 4 : kenakalan yang elah berubah menjadi parah, yaitu kejahatan. Terlibat dalam tindak kriminal hingga ditahan di kantor polisi atau urusan pengadilan atau di penjara.
Fase 5 : menjadi penjahat professional, kejahatan yang telah menjadi “a way of life”.
MUDAH ATAU TIDAKNYA SEORANG REMAJA YANG NAKAL UNTUK BERUBAH, SEMUANYA BERGANTUNG PADA :
Sampai fase mana kenakalan anak tersebut.
Sudahkah orangtua berdoa secara konsisten bagi anak tersebut ?
Apakah orangtua mau menerapkan prinsip Firman Tuhan dalam hidup mereka terlebih dahulu dan lalu menerapkan hal tersebut pada anak.
Tergantung pada remaja itu sendiri, mau berubah atau tidak, sebab setiap manusia memiliki kehendak bebas.
Dan lain-lain.
Ingatlah senantiasa janji Tuhan di dalam Kisah Para Rasul 16 : 31, “Percayalah kepada TUHAN YESUS KRISTUS dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
CARA MELAYANI SEORANG REMAJA YANG NAKAL
Perhatikan di mana penyebabnya(lihat di halaman sebelumnya) dan coba benahi sesuai dengan Firman Tuhan.
Percaya bahwa Allah sanggup untuk mengubah anak tersebut bila orangtuanya sebagai wakil Allah beriman akan perubahan itu (Markus 9:23; Yohanes 20:29; Ibrani 11:1,3).
Sampaikan nasehat sesuai Firman Tuhan (Yesaya 55:11).
Hidup dalam doa syafaat(Kel 17:11) dan doa peperangan (Efesus 6:12; 2Korintus 4:4).
Layanilah dengan kasih (Kidung Agung 8:6), jangan putus asa dan mudah marah(I Korintus 13:13).
Jadilah teladan(Filipi 3:17).
Mintalah bantuan dari saudara-saudara seiman (Galatia 6:2).
Simpan janji Tuhan mengenai keluarga (Ulangan 30:19; Lukas 1:17; mazmur 9:10; Amsal 24:3-4,15; Keluaran 12:23; Amsal 12:7; 21:20; Kisah Para Rasul 2:38-39; 16:30-32).
Serahkanlah segala kekuatiran pada Tuhan (I Petrus 5:7).
Disiplin dan hukuman.
Definisi dari disiplin adalah suatu cabang ilmu pengetahuan atau pendidikan. Latihan mengembangkan penguasaan diri, karakter atau keteraturan dan kedayagunaan. Pengawasan ketat untuk melaksanakan kepatuhan. Hal ini diterapkan seperti seorang pelatih atletik pada regunya sebelum pertandingan. Definisi dari hukuman adalah suatu ganjaran yang dikenakan atas seorang pelanggar sebagai balasan dan sekaligus untuk perbaikan dan pencegahan.Hukuman merupakan hal keadilan.Hukuman dikenakan pada anak bila ia melanggar aturan atau pedoman keluarga yang telah disepakati bersama.Jadi disiplin merupakan kepatuhan terhadap suatu system yang berlaku atau aturan perilaku yang mapan, sedangkan hukuman merupakan akibat dari pelanggaran salah satu aturan yang ada. Contoh bentuk hukuman; tidak boleh keluar rumah, tidak boleh menonton TV, tidak boleh menggunakan telpon, dst.
Saran Menetapkan Disiplin Dan Hukuman Yang Tepat
1.Tulislah pedoman atau aturan mutakhir anda, yang tentunya masuk akal, berdoalah sebelum menulis pedoman tersebut. Hal ini dapat dibicarakan dengan anak hingga ia dapat tahu atau mengenali nilai-nilai keluarganya.
2.Putuskan macam hukuman yang akan dijalankan. Hukuman harus yang masuk akal, jangan terlampau berat ataupun ringan).
Membina hubungan yang erat dengan anak (membenahi komunikasi). Ketika orangtua memberi dirinya untuk berkomunikasi dengan si anak, maka ia telah melakukan suatu tindakan yang menggambarkan bahwa orangtua tidak mementingkan diri.
Bagaimana caranya untuk membenahi sector komunikasi ini?
Mau mendengar keluhan atau hasrat si anak tanpa banyak memberi komentar,terlebih yang negatif.
Penegasan atau kata-kata yang positif untuk mendorong anak, namun janagan berlebihan.
Perhatian pada kegiatan mereka atau hobi dan coba untuk terlibat bersama.
Jangan takut untuk percaya.
Kencan ganda (ayah dan ibu bersama dengan si anak dan kekasihnya).
Berkomunikasilah dengan melibatkan unsure keterbukaan, keramahan dan kejujuran dari kedua belah pihak.
TANDA-TANDA LAHIRIAH DARI REMAJA YANG TERLUKA DAN MENCARI PELARIAN DAPAT DIKENALI MELALUI SATU ATAU LEBIH GEJALA DI BAWAH INI :
Penarikan diri, enggan berkomunikasi.
Pandangan dan sikap tidak berterimakasih.
Sikap bandel dan murung.
Memelihara persahabatan yang buruk, membutuhkan pembangkang lain untuk mendorong semangat dan dukungan.
Membela diri secara gigih atas tindakan yang salah.
Menuding orang lain untuk kesalahannya.
Perubahan sikap hati yang keterlaluan.
Kurang ajar pada orang tua atau siapapun.
Mencuri,menipu, bohong dan memalsukan.
Lari dari rumah.
Berkelahi.
Perbuatan cabul.
PERGUMULAN REMAJA DI HARI AKHIR
Rasa rendah diri
Kau merasa seperti seorang pecundang sebelum pertandingan di mulai. Acapkali media massa menonjolkan orang sebagai idola dan pahlawan seperti tokoh politik, miliuner , artis, olahragawan, musisi, dll. Maupun nilai-nilai yang salah yang berkembang seperti cowok macho,wanita cantik seperti boneka Barbie. Dan hal-hal ini membuat para remaja bergumul dan mulai membandingkan diri mereka dengan tokoh-tokoh atau nilai-nilai yang berkembang.
Bagaimana mengatasi rendah diri?(Matius 22:37-39)
Mangasihi Allah
Mengasihi orang lain
Mengasihi diri sendiri
Kita harus dapat mengasihi diri sendiri, sebelum dapat mengasihi orang lain. Kau tidak dapat menghargai orang lain sebelum dapat menghargai diri sendiri. Keangkuhan justru timbul dari rasa rendah diri hingga berkomentar untuk merendahkan orang lain.Lukas 5:8-10, tinggalkan kerendahan hati yang palsu. Sebab Tuhan mau pakai kita untuk perkara yang besar.
Menghentikan wabah rendah diri:
Percayai kebenaran tentang dirimu dari Firman Tuhan, bukannya majalah remaja.
Allah menciptakan dirimu dengan tujuan dasyat (Mazmur 139:13-14).
Musik
Musik diciptakan untuk memuliakan Allah, musik menjadi masalah ketika para musisi mengekspresikan dirinya atau isi hatinya yang tidak memuliakan Allah. Musik atau jenis irama, seperti rock/dangdut/jazz/dstnya bukanlah maslahnya tetapi “isi dan roh” yang berada di balik musik tersebut. Para musisi sekuler menulis lagunya berdasarkan pandangan tertentu atau pengalaman (dengan obat-obatan, alcohol,seks,amarah, kebencian, kekerasan, bunuh diri, putus cinta, dst.). Seorang musisi sudah lahir baru atau belum itu yang menjadi masalah. Bahaya musik sekuler adalah kita dapat terpengaruh dalam hal nilai-nilai, gaya hidup, penampilan, cara berbicara, dll. Budaya MTV disaksikan 400 juta pemrsa di seluruh dunia sedangkan siaran berita CNN hanya 150 juta, dan yang lebih mengejutkan 42% anak muda Kristen menonton acara ini di Amerika Serikat.
Apa yang arus kita lakukan? Haruskah kita “hanya” mendengar lagu gereja saja dan “melenyapkan” lagu-lagu sekuler sama sekali dari rumah kita? TIDAK. Namun uji apa yang kau dengar(Efesus 5:19), apakah lagu itu memuliakan Allah atau apakah lagu-lagu itu memiliki nilai-nilai kekristenan di dalamnya.
Pergaulan
Tekanan dari pergaulan anak-anak muda dapat memanipulasi, mengubah bahkan mengatur kembali gaya hidup seseorang. Contoh kehidupan geng atau suatu kelompok tertentu.
Mengapa dapat terjadi? Sebab ingin diterim dan diakui oleh “teman-teman”.
Bagaimana agar tidak terpengaruh? (Daniel 3)
sadari bahwa kamu benar hidup dalam nilai-nilai Allah.
Buat komitmen.
Siap melakukan komitmen dan resikonya.
Bersahabat dengan orang-orang yang hidup radikal bagi Tuhan.
Mrnjadi pengaruh yang benar di dalam kelompok yang benar (menjadi trend setter).
Idola (berhala)
Sesuatu yang menarik perhatian secara berlebihan adalah definisi yang tepat untuk penjelasannya. Atau suatu bentuk allah yang digunakan sebagai sarana penyembahan, benda apapun yang dipuja atau dikagumi secara berlebihan. Baal masa kini dapat berupa walkman/CD player/ radio-tape mini compo, tv & vcd player, video games/ PS, komputer, mobil/sepeda motor, uang, bintang musik (bahkan juga musisi Kristen), bintang film, bintang olahraga, kekasih, dst. Pada dasarnya kita boleh menyukai sesuatu atau seseorang tetapi jangan sampai berlebihan. Beberapa pertanyaan yang harus kita ajukan tentang segala sesuatu yang menarik perhatian kita adalah; apakah kita mempergunakan “mereka” atau mereka yang memeperalat kita? Apakah kita yang menguasai mereka atau mereka yang menguasai kita? Apakah hal itu menguntungkan kita atau malah merugikan?
Sahabat
Definisinya adalah seseorang yang membuat kamu merasa nyaman setiap saat kamu ingin bersamanya.Seseorang tempat kamu mengikat diri, membelamu, selalu bersama tanpa memperdulikan apapun.
Hal negatif , bila kita salah membina persahabatan dengan orang yang salah (1 Kor 15:33).
Tingkat persahabatan:
Perkenalan.
Persahabatan social (sudah dibahas dalam “pergaulan”)
Sahabat Karib.
Sahabat yangsetia sampai akhir (contoh Daud dan Yonatan)
a. Memiliki gairah untuk hidup “lebih berkualitas” bagi Allah (I Samuel 18:1). Yonatan (I Sam 14) maupun Daud (I Sam 17) sama-sama mengalahkan Filistin.
b. Mereka melayani satu sama lain dan saling menginginkan yang terbaik.
c. Berkomitmen terhadap persahabatan yang penuh tanggungjawab (I Samuel 18:3-4).

Diambil dari : http://renungandave.blogspot.com/2008/01/kenakalan-remaja.html

Rabu, 28 April 2010

GURUKU SAHABATKU

GURUKU SAHABATKU



Kondisi Guru dan Pendidikan Saat Ini
Dari penelitian Bank Dunia, rasio guru dan siswa di Indonesia termasuk lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk SD, rasio guru dengan siswa 1 : 20, SMP 1 : 17, dan SMA/SMK 1 : 14.
Berdasarkan data dari Depdiknas ada 2.783.321 guru. Guru yang tercatat di Depdiknas terdiri dari guru TK (174.429), SD (1.250.032), SMP (488.206), Sekolah Luar Biasa (10.154), SMA (227.433), dan SMK (155.761). Di bawah Departemen Agama tersebar di MI (204.774), MTs (179.809), dan MA (92.723).

Definisi pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga anak didik dapat dengan aktif mengembangkan potensi diri.

Ketua Komisi Nasional untuk UNESCO, Arief Rachman. Arief mengatakan, dengan mengembangkan potensi dirinya ( guru ) itulah, para siswa akan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, serta kecerdasan moral. Namun yang terjadi sekarang justru adalah banyak guru yang tidak memfungsikan posisinya sebagai pendidik, tetapi hanya sebagai pengajar. Guru yang mendidik adalah guru yang mampu menciptakan suasana proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan membuat suasana menjadi hidup. Dalam proses pembelajaran itu, pendidik harus dapat memberikan keteladanan bagi muridnya.

Dalam pendidikan kita mengenal pepatah :
a. yang saya dengar, saya lupa;
b. yang saya lihat, saya ingat;
c. yang saya kerjakan, saya pahami

Guru tidak sekedar metransfer ilmu kepada siswa. Ada banyak macam kecerdasan yang dimiliki oleh anak dan ini yang harusnya juga dikembangkan saat anak belajar. Menurut Gardner (1993) ada beberapa kecerdasan yang perlu sekali dikembangkan pada dunia persekolahan yakni:
 Kecerdasan linguistik; kecerdasan yang mengarah dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang bagus, dinamis, inovatif.
 Kecerdasan logis matematis; kemampuan berfikir siswa secara runtut maksudnya seorang siswa berfikir secara runtut dan untuk melatihnya memerlukan waktu yang lebih khusus.
 Kecerdasan musikal; bagaimana kemampuan siswa untuk menangkap dan menciptakan pola nada dan irama.
 Kecerdasan spasial; kemampuan siswa untuk membentuk imajinasi berdasarkan kenyataan atau realitas.
 Kecerdasan kinestetik-ragawi; kemampuan siswa untuk menghasilkan gerakan motorik yang halus.
 Kecerdasan intra pribadi; kemampuan siswa untuk mengenal diri sendiri atau menilai diri sendiri (self assesment).
 Kecerdasan antar pribadi; kemampuan siswa dapat memahami orang lain.


Untuk dapat melaksanakan ini semua dibutuhkan guru yang profesional. 10 kriteria guru yang profesional:
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru

Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.

Profesi guru dan dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Mereka harus
(1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme,
(2) memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya,
(3) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya.
(4) mematuhi kode etik profesi,
(5) memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas,
(6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya,
(7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan,
(8) memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesionalnya, dan
(9) memiliki organisasi profesi yang berbadan hukum (sumber UU tentang Guru dan Dosen).

Bila kita mencermati prinsip-prinsip profesional di atas, kondisi kerja pada dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki titik lemah pada hal-hal berikut.
(1) Kualifikasi dan latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidang tugas. Di
lapangan banyak di antara guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
(2) Tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Guru profesional seharusnya memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Oleh karena itu, seorang guru selain terampil mengajar, juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.
(3) Penghasilan tidak ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.Sementara ini guru yang berprestasi dan yang tidak berprestasi mendapatkan penghasilan yang sama. Memang benar sekarang terdapat program sertifikasi. Namun, program tersebut tidak memberikan peluang kepada seluruh guru. Sertifikasi hanya dapat diikuti oleh guru-guru yang ditunjuk kepala sekolah yang notabene akan berpotensi subjektif.
(4) Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Banyak guru yang terjebak pada rutinitas. Pihak berwenang pun tidak mendorong guru ke arah pengembangan kompetensi diri ataupun karier. Hal itu terindikasi dengan minimnya kesempatan beasiswa yang diberikan kepada guru dan tidak adanya program pencerdasan
guru, misalnya dengan adanya tunjangan buku referensi, pelatihan berkala, dsb.

Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai he does his job well. Artinya, guru haruslah orang yang memiliki insting pendidik, paling tidak mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Dengan integritas barulah, sang guru menjadi teladan atau role model.

Menyadari banyaknya guru yang belum memenuhi kriteria profesional, guru dan penanggung jawab pendidikan harus mengambil langkah. Hal-hal yang dapat dilakukan di antaranya
(1) penyelenggaraan pelatihan. Dasar profesionalisme adalah kompetensi. Sementara itu, pengembangan kompetensi mutlak harus berkelanjutan. Caranya, tiada lain dengan pelatihan.
(2) Pembinaan perilaku kerja. Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penelitian-penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuara pada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayah kehidupan ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.
(3) Penciptaan waktu luang. Waktu luang (leisure time) sudah lama menjadi sebuah bagian proses pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik (Yunani-Romawi) adalah menjadikan manusia makin menjadi "penganggur terhormat", dalam arti semakin memiliki banyak waktu luang untuk mempertajam intelektualitas (mind) dan kepribadian (personal).
(4) Peningkatan kesejahteraan. Agar seorang guru bermartabat dan mampu "membangun" manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki kesejahteraan yang cukup.
Persahabatan : 1Samuel 18:1
Persahabatan antara Yonathan dan Daud
Arti persahabatan menurut anak muda / remaja:
1. Persahabatan itu saling mengerti
2. Persahabatan itu saling membantu
3. Persahabatan itu saling menghargai
4. Persahabatan itu saling menjaga
5. Persahabatan itu saling menerima
6. Persahabatan itu saling menjaga kejujuran

Kan ada lagunya....persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu.....persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah.......

Ada pula yang mengungkapkan arti sahabat itu dengan bahasanya sendiri:
Bagi gw...persahabatan....adalah hal yang indah
Cara gw supaya tmn2 /sahabat gw g pada kabur :
1. keep contact
2. selalu luangin waktu u/ kumpul2 bareng
3. keep remember their birthday
4. selalu hadirkan mereka dalam doa kita
Sahabat yang sejati g mungkin ngejelek2in kita di depan orang banyak hanya karena dia ga mau ngelihat sahabat dia deket ma orang.

Agar guru bisa jadi sahabat anak, maka disamping profesionalitas seorang guru harus dimiliki maka kita bisa mendudukkan siswa sebagai seorang sahabat dengan kriteria dan pemahaman siswa, mengerti bahasa siswa, pergaulan siswa dan kemauan siswa.

( Disarikan dari beberapa sumber baik majalah maupun dari internet )

ORANG BIASA YANG LUAR BIASA

ORANG BIASA YANG LUAR BIASA


Percakapan sehari-hari sering kita mendengar kata-kata biasa dan luar biasa. Kedua kata biasa dan luar biasa adalah kata-kata yang mudah diucapkan oleh siapa sajapun. Kata yang kita bahas dalam bahasa Inggeris disebut very ordinary people artinya orang yang tidak begitu menonjol dalam kecerdasannya atau disebut orang yang tingkat intelijensinya kurang dalam istilah sekarang IQ-nya rendah. Kemudian orang yang luar biasa adalah orang-orang yang tingkat intelijensinya menakjubkan dengan kata lain IQ-nya tinggi. Ada seorang anak namanya Akrit Jaswal dari India pada umur tujuh tahun sudah menjadi dokter bedah, dia mempunyai IQ 146.

Pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Punjab, mahasiswa yang paling muda dalam sejarah India Dia adalah seorang anak yang dianggap manusia paling genius di India saat ini. Pada umur 5 tahun dia sudah membaca banyak buku termasuk buku-buku kedokteran ayahnya sendiri, tidak heran pada umur 7 tahun dia berhasil menjadi dokter bedah yang sukses.

Kembali kepada kata orang biasa dan orang yang luar biasa, bilamana orang biasa melakukan perkara atau hal-hal yang biasa dan orang-orang luar biasa melakukan perkara-perkara yang luar biasa ini adalah hal yang biasa. Namun apabila orang yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa mampu membuat perkara-perkara yang luar biasa adalah merupakan sesuatu yang perlu mendapat perhatian dan perlu dikagumi. Mungkinkah orang yang tingkat kecerdasannya biasa atau IQ-nya biasa dapat mengukir prestasi yang gemilang? Apakah prestasi seseorang ditentukan oleh tingkat inteljensi yang dimiliki?

Apakah sampai hari ini masih relevan peribahasa yang berkata: " Rajin pangkal pandai?" Setelah melakukan observasi terhadap anak-anak atau orang jenius, didapati bahwa William James Sidis (keturunan Yahudi) anak dari Boris Sidis, dosen Universitas Harvard adalah satu-satunya anak yang paling pintar atau paling jenius di muka bumi sampai pada saat ini, mengapa? Menurut penelitian, dia mempunyai IQ diantara 250 – 300. Pada umur 8 bulan dia sudah bisa makan pakai sendok, umur 18 bulan sudah biasa membaca buku, dan pada usia 8 tahun dia sudah menulis buku Anatomi dan Astronomi. Pada usia 9 tahun sudah membuat seminar Jasad 4 Dimensi di Universitas Harvard, dan dia dapat menguasai 200 bahasa di dunia. Seandainya ada guru yang sanggup mengajarkan James William Sidis, dia dapat mempelajari satu bahasa setiap hari. Tidak heran pada umur 11 tahun dia sudah diterima menjadi mahasiswa di Universitas Harvard, namun sayang sampai pada akhir hanyatnya dia tidak pernah mendapat gelar apapun dari Universitas tersebut, alias tidak berhasil.

Ada seorang bocah berusia empat tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya serta membawa sepucuk surat dari gurunya. Setelah ibunya membaca isi surat itu ibunya terhenyak, mengapa? Di dalam surat itu dituliskan : " Tommy, anak ibu, sangat bodoh, kami mohon supaya ibu menariknya dari sekolah." Ibu itu adalah Nancy Matthews Edison yang dengan gigih mengajar sendiri anaknya Thomas Alva Edison di rumah karena sudah dikeluarkan dari sekolah. Edison yang sangat bodoh ini belajar rata-rata sekitar 18 jam setiap hari, dia belajar dan belajar. Pada suatu hari dia melihat seekor ayam mengeram dan kemudian telur yang dierami ini menetas. Kemudian dia mengambil telur, lalu dia mengeram seperti ayam di rumahnya, jika ayam bisa menetaskan telur mengapa dia tidak bisa. Pada waktu dia sedang mengeram ibunya memanggilnya tetapi dia tidak mau menjawab, akhirnya ibunya berjalan serta memanggilnya dan didapati bahwa Thomas sedang mengeram telur. Kemudian sewaktu dia mengamati bahwa balon yang diisi dengan gas bisa terbang, Thomas memanggil seorang temannya lalu dia larutkan gas kedalam gelas dan temannya disuruh untuk meminumnya karena bilamana gas itu sudah ada di dalam perut temannya maka temannya itu akan bisa terbang ke udara. Hasil, gantinya terbang, temannya ini berbaring kesakitan karena perutnya sudah diisi dengan gas. Thomas yang sangat bodoh ini terus belajar dan belajar sering tertidur berbantalkan buku, sering lupa dan terlambat makan karena belajar. Pada waktu pernikahannya yang sudah dinanti-nantikannya tiba , semua tamu undangan sudah datang, pendeta yang memberkati juga sudah hadir, pangantin wanita juga sudah siap dengan pakaian kebesarannya. Namun orangtua Thomas Alva Edison dan keluarganya serta khalayak ramai menjadi gusar, mengapa? Karena pengantin laki-laki menghilang, tidak kelihatan. Semua mereka mencari-cari dimana gerangan Thomas Alva Edison bersembunyi, dan akhirnya didapati bahwa Thomas Alva Edison bukan bersembunyi atau melarikan diri tetapi dia sedang asik belajar di dalam laboratoriumnya, lupa kawin karena konsentrasi belajar dan belajar. Bolehkah anda tunjukkan sekarang ini, adakah orang lupa pacaran, lupa bermain bola, dan lupa makan karena asik belajar di rumah atau perpustakaan?

Thomas Alva Edison berkata: " Genius is 2% and Perspiration is 98%." Artinya penentu kesuksesan seseorang bukan ditentukan oleh IQ yang tinggi karena tingkat kecerdasan hanya 2% sedangkan yang 98 % adalah usaha atau kerja keras. Belum ada orang seperti Thomas Alva Edison di mana dia mempunyai hak paten atas penemuannya sebanyak 1097. Belum ada para ilmuwan dunia sampai sekarang ini yang memiliki ribuan hak paten atas penemuannya seperti yang dimiliki oleh Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison harus membuat percobaan sampai ribuan kali baru berhasil menciptakan bola lampu listrik yang kita miliki sekarang ini. "Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." ( Ulangan 6 : 7 ).

" Every youth should be taught the necessity and power of application. Upon this, far more than upon genius or talent, does success depend. Without application the most brilliant talents avail little, while with rightly directed effort persons of very ordinary natural abilities have accomplished wonders." ( Education p 232 ). Terjemahannya : "Setiap orang muda tidak terkecuali, harus diajarkan perlunya penerapan dan kemampuan menerapkan apa yang dipelajari. Di atas inilah tergantung kesuksesan yang melebihi kecerdasan luar biasa dan bakat. Tanpa penerapan bakat-bakat yang berillian kurang membawa hasil, sementara orang yang sangat sederhana sekalipun alias IQ rendah bilamana diarahkan dengan benar akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa."

Adam Khoo adalah warga negara Singapura. Dia dikenal sebagai anak bodoh, sehingga waktu dia duduk dikelas IV SD dia dikeluarkan dari sekolahnya, akhirnya dia masuk ke sekolah SD terburuk di Singapura. Ketika masuk ke SMP dia ditolak oleh enam SMP terbaik di Singapura, akhirnya masuk di SMP terburuk di sana. Singkat cerita pada umur 15 tahun dia sudah mulai berbisnis seperti bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun Adam Khoo sudah menjadi trainer tingkat nasional dimana kliennya adalah para manager dan top mananger perusahaan-perusahaan di Singapura, dia mendapat bayaran US $ 10,000 atau setara dengan Rp 100,000,000 per jam. Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dari orang-orang yang kelihatan bodoh di sekolah, namun sanggup membuat perkara-perkara ajaib di mata masyarakat. Kelihatannya sekolah-sekolah atau orang yang ada kaitan dengan sekolah tidak boleh melarang orang yang tingkat kecerdasannya kurang untuk dididik di sekolah tersebut. Seperti sekarang ini lembaga atau pemerintah berlomba membuat sekolah-sekolah unggulan dengan biaya tinggi dan orang yang masuk ke sekolah tersebut adalah orang-orang yang tinggi Indeks prestasinya. Kalau yang diterima di satu sekolah adalah orang-orang yang tinggi nilainya 9 ke atas, kemanakah anan-anak yang nilainya rendah? Jangan lupa, the ordinary man do great things since the intelligent ones no, artinya tidak selamanya orang yang tinggi IQ menjadi orang hebat dan berguna bagi bangsa dan negara, orang-orang yang kurang inteligensinya bisa berbuat lebih hebat dari orang-orang yang tinggi kecerdasannya.

Pengkhotbah 9 : 10 berkata: " Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."

Diambil dari :http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1839:orang-biasa-yang-luar-biasa&catid=34:renungan&Itemid=61
( Penulis adalah sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara - Pematangsiantar (2007-sekarang). Menikah dengan Ibu. T. Marpaung, dan dikarunai empat orang anak, yaitu: Franky Malau, Susan Julia Malau, Ketty Luciana Malau, Mervin Malau )

Senin, 05 April 2010

ರೆನುನ್ಗನ್ HIDUP

Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.
Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel..
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi denganku." kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.